SURABAYA, Jawa Pos – Inovasi terus dilakukan pengelola hotel demi meningkatkan pemasukan. Saat ini, mereka tak bisa hanya bergantung pada penyewaan kamar. “Jadi, sekarang cenderung memaksimalkan aset yang dipunya. Daripada tak terpakai,” ucap Agoes Tinus Lis, peneliti bidang pariwisata.
Aset yang dimiliki hotel perlu dipetakan dicarikan jalan tengah penggunaannya. Misalnya, aset berupa meeting room berbagai ukuran dan fasilitas publik lainnya. Ruang rapat bisa dialihkan untuk paket sewa rapat hibrida. “Akhimya mereka bukan cuma menyediakan ruang dan makanan, tapi koneksi cepat juga sudah jadi kebutuhan utama,” sambung dekan Fakultas Pariwisata Universitas Ciputra tersebut.
Penggunaan fasilitas publik dipasarkan dengan cara berbeda. Sasarannya tak hanya kalangan tamu yang menginap. Atau kalangan pebisnis yang sebelumnya mayoritas jadi tamu hotel. “Fasilitas publik ini yang bisa diakses dengan mudah ya, seperti area fitness atau kolam renang,” tambah Agoes. Fasilitas tersebut dibuka bagi kalangan umum. Tamu tak lagi harus menginap dulu.
Camelia Ayu, marketing communication Shangri-La Hotel Surabaya,mengatakan, pihaknya juga mencoba menawarkan fasilitas olahraga yang dimiliki. Fasilitas olahraga berupa area fitness dan kolam renang bisa digunakan tamu tanpa harus menginap.
“Kami lihat, orang kan mungkin ada yang ingin fitness, tapi tempat langganannya ramai, jadi merasa kurang aman gitu ya,” ucap Camelia saat ditemui kemarin (30/6).
Nah, di hotel, fasilitas olahraga sebelumnya tertutup sehingga belum seramai lokasi fitness. Pemasukan diambil dari membership yang ditawarkan dengan beberapa bonus fasilitas lainnya seperti voucher menginap dan voucher makan di restoran.
Camelia menuturkan, pihaknya juga mulai menyediakan personal trainer untuk mendampingi latihan. “Dan, kami juga harus meyakinkan tamu dengan penerapan protocol kesehatan yang baik ya,” ucapnya. Misalnya, pihaknya memberikan sekat antaralat alat yang terlalu dekat. Pembersihan alat dilakukan setiap 30 menit saat tidak digunakan dan usai digunakan.
Menurut Agoes, adanya komitmen terhadap higienitas dan pencegahan penularan memang jadi nilai plus dari perhotelan saat ini. Hal itu jelas bakal menjadi pertimbangan bagi para calon pengunjung. (dya/c13/ady)
Sumber: Jawa Pos. 2 juli 2021. Hal.15.

