Sumber:https://beritajatim.com/marak-umkm-terjerat-pinjol-dosen-uc-surabaya-edukasi-keuangan-digital
Marak UMKM Terjerat Pinjol, Dosen UC Surabaya Edukasi Keuangan Digital
16 Agustus 2024
Surabaya (beritajatim.com) – Dosen Universitas Ciputra (UC) Surabaya Dr Romauli Nainggolan mengaku prihatin dengan maraknya UMKM yang terjerat pinjol. Menurutnya, perguruan tinggi harus hadir untuk mengurai persoalan ini.
“Kondisi ini sangat memprihatinkan, sudah saatnya pihak perguruan tinggi berperan meningkatkan literasi keuangan digital untuk mengurangi resiko kerugian yang dialami masyarakat,” kata Romauli, Jumat (16/8/2024).
Menyadari itu, Romauli bersama timnya menggagas workshop series bagi 60 wirausahawan mikro di Kota Medan, Sumatera Utara. Bersama pemerintah setempat, tim memberikan edukasi peningkatan literasi keuangan digital.
“Peserta akan belajar tentang kinerja transaksi keuangan, pengetahuan keuangan, pengetahuan digital, pengetahuan praktis layanan, pengambilan keputusan penggunaan alat pembayaran digital,” jelas Romauli.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal Kota Medan Nurbaiti Harahap mengakui jika literasi keuangan pelaku UMKM di wilayahnya sangat minim. Sehingga, rentan terjadi penipuan dan kejahatan keuangan digital seperti pinjol.
“Kami berterima kasih kepada Kemendikbudristek RI yang telah menyediakan sumber daya melalui Universitas Ciputra Surabaya untuk membantu pengembangan kewirausahaan di Medan ini,” kata Nurbaiti.
Menurutnya, di era digital seperti saat ini memang dibutuhkan transformasi cepat dari para pelaku usaha agar bisa bersaing di pasar. Hal itu juga telah diberikan oleh Universitas Ciputra Surabaya kepada UMKM di Medan.
“Saya melihat tim dari Universitas Ciputra sudah menyampaikan aspek-aspek tersebut. Seperti pemahaman dan penggunaan uang elektronik, sampai risiko-risiko fintech,” imbuhnya.
Sedangkan Aldha Musi, UMKM toko buku Bekas ODELIA mengaku mendapat banyak manfaat setelah mengikuti workshop ini. Dia merasa lebih memahami tentang keuangan digital, mulai dari fitur dan program tiap platform.
“Manfaat paling terasa pastinya jadi melek keuangan digital, seperti fitur dan program tiap platform atau aplikasi. Tahu jenis-jenis dan contoh penipuan dan kecurangan yang sering terjadi lengkap dengan cara mengantisipasinya,” akunya.
Di sisi lain, jaringannya bersama pelaku usaha juga semakin meningkat. “Ini penting juga untuk meningkatkan kerjasama. Saya juga bisa saling sharing pengalaman, transaksi jual beli produk untuk meningkatkan usaha,” ungkapnya.
Sebagai informasi, workshop ini digagas oleh Romauli, Dosen International Business Management. Dalam kegiatan ini, dia ditemani oleh Dr Metta Padmalia dan Gladys Greselda Gosal, dosen UC Surabaya dari jurusan yang sama. [ipl/beq]
Shohibul Anwar

