“Dystopia” adalah album studio ke-15 Megadeth. Lagu-lagu di album itu ibarat “soundtrack” bagi dunia masa kini yang dikacaukan terorisme dan diskriminasi. Atas aktualitas itu,grup music metal asal Amerika Serikat tersebut merebut Grammy.
OLEH HERLAMBANG JALLUARDI
Kuberitahu , rasanya menyenangkan mendapat nominasi. Artinya, music kami dikenal orang lebih banyak,”kata Dave Mustaine (55), pentolan Megadeth, beberapahari sebelum malam penyerahan Grammy Awards, di staples Center, Los Angeles, Amerika Serikat (AS), Minggu (12/2) malam waktu setempat.
Saat itu Dave ditanya bagaimana reaksinya hadir di acara penganugerahan yang mungkin tak bakal dimenanginya? Pertanyaan itu muncul lantaran Megadeth memegang “rekor” sebagai band yang paling sering mendapatkan nominasi kategori metal di Grmmy dan tak pernah menang.
Sejak mengeluarkan album pertama Killing is My Business.. And Business is Good! Pada 1984, Megadeth telah 12 kali masuk nominasi. Baru dalam perhelatan Grammy ke-59 pada akhir pecan lalu, Dave, David Ellefson (bas), Kiko Loureiro (gitar), dan Dirk Verbeuren menggenggam piala gramafon emas itu untuk kategori penampilan metal terbaik. Megadeth mengungguli empat band lain, yaitu Baroness, Gojira, Periphery, dan Korn.
Penggemar Megadeth boleh lega akhirnya idola mereka menang Grammy seperti masih gagap menyikapi heavy metal. Ketika Megadeth berjalan menuju podium, band pengiring malah memainkan lagu “Master of puppets” milik metallica. Dave santai aja. Ia malah bergaya seoalah main gitar ketika lag itu berkumandang. Beberapa jam setelah incident itu, Dave berkomentar lewat Twitter, “ jangan salahkan mereka karena tidak bisa memainkan lagu Megadeth.”
Mendendam
Tak pelak insiden itu mengingat khayalak metal pada “perseteruan” Metallica dengan Megadeth di awal kelahiran mereka. Dave adalah pemain gitar pertama Metallica pada 1982. Persis sebelum metallica akan mulai sesi rekaman album Kill ‘Em All, Dave terpaksa didepak Lars Ulrich dan James Hetfield. Konon, selain karena cekcok dengan pendiri Metallica itu, Dave terlalu sering teller. Posisi Dave diganti Kirk Hammet.
Pemecatan itu menyisakan dam. Dave bertekad membentuk band yang lebih berat dan lebih ngebut di banding Metallica. Setiba di kampong halamannya, Los Angels, Dave mencari teman ngeband untuk membuat band baru.
Band itu bernama Fallen Angels, pilihan nama yang terlalu lembek d banding dengan ambisi besar mengalahkan Metallica . Lor Kane, teman Dave, mengusulkan mengganti nama jadi Megadeth. Pada tahun 1983, lahirlah band bernama Megadeth dengan formasi nawal David Ellefson (bas), Chris Poland (gitar), Gar samuelson (drum), dan Dave (vocal dan gitar).
Pada tahun yang sama Metallica mengeluarkan album debut yang kencang dan berisik, sedangkan Megadeth masih berkutat bongkar pasang personel. Baru pada tahun 1985, album pertama mereka, Killing is My Business, keluar. Album debut itu di sukai kalangan thrash metal. Genre turunan heavy metal ini sedang ramai, terutama di San Francisco. Megadeth menutup tahun 1985 dengan main sepanggung bersama Exodus, Metal Chruch, dan Metallica.
Kerja keras Megadeth membangun reputasi terbayar ketikam label besar Capitol Recods mengontrak mereka untuk album kedua Peace Sells…but Who’s Buying? Pada1986. Megadeth makin bersinar setelah melepas album So Far, So Good… So What! Dan Rust in Peace. Megadeth meracik bentuk “dasar” thrash metal, yang pamer kekayaan riff gitar, dengan melodi gitar yang presisi. Racikan ini makin kuat dengan masuknya Marty Friedman pada lead guitar dan Nick Menza di drum.
Banyak kalangan menilai ini adalah formasi “klasik” Megadeth. Formasi ini melahirkan album laris, seperti Ruts In Peace, Countdown to Extinction, dan Youthanasia. Megadeth dianggap sebagai salah satu “empat besar” band thrash metal bersama Metallica, Anthrax, dan Slayer. Selama 1990-997, tujuh lagu mereka masuk nominasi best metal performance di ajang Grammy
Amburuk
Ditengah kesuksesan itu, Dave terserang penyakit saraf pada tangan kirinya. Billboard menyebut penyakit itu membuatnya tak bisa main gitar. Pada Januari 2002, Dave mengumumkan Megadeth tamat. “Aku keluar dari band an menjajaki area lain di bisnis music, tanpa harus main instrument.”
Selama setahun penuh Dave menjalani perawatan intensif dan perlahan pulih. Megadeth rupanya masih punya utang kontrak album. Akhirnya, Megadeth menghasilkan The System Has Failed pda 2004. Album itu membawa Dave tur dunia lagi.
Penerimaan yang baik atas album itu juga mendorong Dave merancang tur bernama Gigantour. Bersama personel anyar, Dave terbang lebih jauh, mendatangi negara-negara yang jarang tersentuh konser metal, seperti India, Dubai, Arab Saudi, dan Indonesia.
Mesin Megadeth terus memanas hingga album Dystopia keluar pada januari 2016. Album ini kembali menghadirkan David Ellefson , yang sebelum mundur di awal decade 2000-an. Dengan formasi itu, majalah Rooling Stone menyebut Megaeth terlahir kembali. Raksasa thrash metal itu menunjukkan bentuk terbaiknya: kocokkan gitar yang padat dengan melodi rumit. Dengan geraman yang khas, Dave menuding dunia sebagai “One spinning disaster” dalam lagu “Post-American World.’
“Fantastis! Ternyata butuh 12 kali (nominasi) untuk mendapatkan piala ini,” kata Dave dalam pidato penerimaan piala Grammy.
(GRAMMY.COM/MEGADETH.COM)
Sumber.kompas 17 februari 2017,hal 16.

