Hotel majapahit merupakan salah satu icon Kota Surabaya yang menjadi saksi sejarah peristiwa heroik perobekan bendera Belanda menjadi berdera Merah Putih. Kesan dan nuansa colonial pada hotel ini masih sangat terasa walaupun sudah lebih dari 100 tahun berdiri.

Hotel ini semula bernama Oranje Hotel yang dibangun oleh Lucas Martin Sarkies dari keluarga Armenia pada tahun 1910. Sebagai area lobby yang bergaya Art Deco. Penambahan area lobby ini merupakan penambahan terakhir yang dilakukan sampai akhirnya pada 1969 dibeli oleh pengusaha lokl dan kembali dibuka sebagai boutique hotel yang memiliki banyak kenangan di dalamnya.

Sebagai hotel yang memiliki arsitektur dan kaitan dengan sejarah kemerdekaan Indonesia yang menarik, hotel Majapahit ini mendapat beberapa penghargaan. Salah satu penghargaannya adalah National Geographic Award in Architecture and Design.

Lobby yang bergaya Art Deco sangat menonjol dengan detail ornamen – ornamen geometris dan kaca patri warna – warni. Kolom – kolom bangunan dibuat lebar dan dilapisi dengan kayu jati. Plafon pada area tengah dibuat lebih tinggi dan dihiasi chandelier klasik.

Di Hotel terdapat selasar menuju atrium, atrium ini pada tahun 1910 digunakan sebagai lobby. Dari atrium menuju kamar hotel melewati dua selasar yang berbatasan langsung dengan taman – taman di dalam hotel. Selasar ini dibatasi olen kolom – kolom bergaya colonial yang memberikan memory masa Kolonial Belanda ketika melewatinya.

Di hotel Majapahit ini terdapat juga Presidential Suite terbesar di asia Tenggara yang terletak di antara dua sayap bangunan dan berukuran + 800 m2. Presidential Suite ini terdiri atas dua lantai. Pada lantai satu terdapat ruang makan formal, ruang keluarga dan foye, sementara di lantai dua terdapat 2 ruang tidur, untuk ruang tidur utama dilengkapi dengan area kerja dan ruang kerja yang bernuansa warm.

kamar mandi pada ruang utama dirancang dengan mewah dengan lantai marmer. Marmer berwarna kecoklatan dipadukan dengan dengan furniture kayu semakin menambah kesan warm pada kamar mandi utama. Level area bathub dibuat lebih tinggi dan menggunakan kran dan shower berlapis emas.

Hal lain yang menarik dari Presidential Suite Hotel Majapahit adalah adanya skylight berbentuk dome dari kaca patri yang terletak di tengah ruangan. Skylight ini menjadi elemen interior yang menarik ketika pengunjung menaiki tangga menuju lantai 2. Dominasi warna biru pada karpet dan dome membentuk suatu harmoni di area tangga.

Selama 100 tahun berdiri Hotel mahapahit telah menjadi bagian dari sejarah Kota Surabaya dan berhasil mempertahankan eksistensinya sebagai bangunan kolonial yang penuh kenangan di tengah pusat bisnis Surabaya. Sejarah dan desain dari hotel majapahit mampu memberikan memori masa lalu kepada pengunjungnya ditengah hiruk – pikuk kota yang tidak pernah berhenti.

Teks: Dyah Kusuma Wardhani, Pengajar Interior Architecture, Universitas Ciputra

 

Sumber: Rumahku. No.133.2017.Hal.34-38.