Memotret Pemotret, Upaya Roy Mencatat. Kompas. 10 Februari 2015. Hal. 36

Fotografer terkemuka Indonesia, Roy Genggam, meluncurkan buku terbarunya Sabtu mendatang di Galeri Foto Jurnalistik Antara di Pasar Baru, Jakarta. Dengan judul Memotret Pemotret, buku yang berisi foto-foto portrait 23 fotografer senior Indonesia setebal 74 halaman ini rasanya berbeda dengan buku-buku foto yang pernah ada. Beberapa fotografer yang terpotret dalam buku tersebut tersaji di halaman ini.

“Semua yang saya potret berusia di atas 50 tahun. Bukan ketuaannya yang saya angkat, tetapi realitas bahwa mereka memang layak disebut fotografer di Indonesia. Ada jejak yang jelas, bukan asal pernah memotret saja.” Papar Roy.

Roy menambahkan, semua fotografer yang potretnya pernah mengalami era fotografi film dan fotografi digital sekaligus. “Mereka bertahan terhadap perubahan drastis yang terjadi. Saya melihat banyak juga yang tidak bisa bertahan,” katanya.

Lebih jauh, Roy mengatakan bahwa umumnya fotografer terlupakan karena nama seorang fotografer tak tercatat setegas nama sutradara film, penulis buku, atau juga seorang bintang film. “Kalau bukan kita yang mencatat, siapa lagi. Saya menyesal tidak sempat memotret beberapa fotografer yang telah meninggal dunia belum lama ini,” ujar Roy. “Dan saya membuat buku ini tidak untuk cari untung.”

Menurut Roy, 20 persen hasil penjualan akan disumbangkan kepada Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia. Dengan cetakan pertama Cuma 1.000 buku, penjualan Cuma dilakukan secara online.

“Jangan lupa, buku ini juga memberikan VCD sisipan tentang proses pemotretannya. Setidaknya buku ini juga bisa memberikan tutorial pemotretan portrait,” katanya sambil tersenyum.

Sumber : Kompas, Selasa. 10 Februari 2015