
oleh : dr. Irfan Saleh SpOT(K)
Nyeri punggung bawah terdengar sederhana, tetapi berdampak cukup dahsyat. Di negara tertentu, keluhan ini mencapai 50 hingga 80 persen dari seluruh populasi, dengan total biaya yang dikeluarkan untuk penanganan mencapai 100 miliar dollar AS per tahun. Keluhan nyeri punggung bawah merupakan keluhan tersering kedua setelah infeksi saluran napas yang menyebabkan kunjungan ke dokter. Penyebabnya pun sangat beragam, mulai dari yang sederhana seperti tarikan otot, hingga jepitan saraf.
Mayoritas keluhan nyeri punggung bawah bersumbr dari pekerjaan yang melibatkan aktivitas mengangkat benda berat, serta aktivitas berulang, seperti perawat dan pekerja bangunan. Ada beberapa strategi pencegahan yang mungkin dilakukan untuk mencegah nyeri punggung bawah. Pertama adalah latihan fisik rutin yang berpusat pada otot punggung. Latihan ini tidak hanya bertujuan menguatkan otot di area punggung, tetapi juga banyak sekali manfaat yang bisa didapat. Melatih otot dengan benar dapat meningkatkan fleksibilitas otot tersebut sehingga meminimalisasi risiko cedera. Kalaupun cedera terjadi, berolahraga secara rutin terbukti bisa memperbaiki mood maupun persepsi terhadap nyeri.
Selanjutnya, yang tak kalah penting adalah menciptakan lingkungan kerja yang ergonomis dengan memperhatikan mekanika tubuh manusia. Sebagai contoh, pekerja yang sering harus mengangkat benda berat dari lantai hendaknya memulai gerakan mengangkat dari posisi berjongkok, bukan dari posisi lutut lurus dan punggung membungkuk. Dengan begitu, otot yang berperan dalam gerakan mengangakat adalah otot paha, bukan otot punggugn. Tak hanya pekerja yang menggunakan kekuatan fisik, pekerja kantoran pun rentan nyeri punggung bawah akibat terlalu lama duduk. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk menggunakan kursi yang menopang punggung, tidak membungkuk saat duduk maupun berjalan, serta sesekali meregangkan otot dengan berjala-jalan ringan. Sebagai tambahan, memakai sepatu yang nyaman dengan hak yang tak terlalu tinggi sangat diasarankan bagi kaum perempuan untuk mencegah mampirnya nyeri punggung bawah. Langkah lain yang dapat dilakukan adalah menggunakan alat bantu seperti korset untuk menopang punggung.
Pada umumnya, keluhan nyeri punggung bawah akan membaik dengan sendirinya maupun dengan bantuan terapi fisik serta obat-obatan. Namun, pada kondisi tertentu di mana ditemukan gangguan pada saraf, kelemahan otot yang kian parah, maupun pada keluhan pinggang bawah yang terkait tumor serta infeksi, terapi pembedahan pun diperlukan. Dengan perkembangan ilmu bedah ortopedi dan saraf, serta dukungan ahli bedah yang berpengalaman, kondisi-kondisi yang demikian pun diharapkan dapat tertangani dengan optimal.
Kami berharap Anda sehat senantiasa!
Sumber: Kompas, 28 Januari 2018. Hal 22
