Menelisik Sejarah Jalan Kasuari (2)
Jadi Salah Satu Akses Perkotaan

Menelisik Jalan Kasuari lebih dalam lagi ke arah utara, dapat dilihat bangunan megah khas kolonial berjajar. Di antaranya yang paling ikonik adalah Gedung Museum Bank Indonesia (BI), Bangunan Telkom dan bekas bangunan Penjara Kalisosok.

KAWASAN tersebut dibilang menjadi salah satu pusat kota pada zaman kolonial Belanda. Yang mana terdapat akses menuju ke kampung, perindustrian, kantor dan menjadi akses ke penjara Kalisosok.

“Bangunan yang paling mencolok yaitu Penjara Kalisosok. Karena letak jalan tersebut berdekatan dengan sungai, bisa dipastikan menjadi akses antara kantor pemerintah, perdagangan dan termasuk kantor bank,” kata sejarahwan sekaligus pustakawan Universitas CIputra (UC) Surabaya Chrisyandi Tri Kartika.

Dirinya menekankan. Jalan Kasuari bukanlah jalan utama di kawasan itu. Melainkan akses untuk menuju ke perkotaan untuk aktivitas penduduk Surabaya zaman kolonial. Dimana kawasan tersebut zaman dulu merupakan kawasan pusat pemerintahan, bisnis dan perdagangan, sehingga selalu ramai oleh aktivitas masyarakat. Di jalan tersebut, dijadikan kawasan pemerintahaan dan perkantoran karena aksesnya yang mudah dan berdekatan dengan pesisir dan pelabuhan Tanjung Perak. “Selain itu, Jalan Kasuari juga masuk kategori bagian tembok pembatas Kota Surabaya,” ungkapnya. (bersambung/nur)

Sumber : Radar Surabaya, 8 April 2020 | Hal 3