Menelisik Sejarah Jalan Kasuari (3)
Dua Kali Berganti Nama Jalan

Jalan Kasuari menyimpan banyak cerita menarik. Salah satunya adalah soal nama jalan itu sendiri. Ternyata, nama Jalan Kasuari sempat berganti sebanyak dua kali.

SEJARAWAN sekaligus pustakawan Universitas CIputra Surabaya Chrisyandi Tri Kartika mengatakan, di dalam buku Oud Soerabaia, jalan tersebut bernama Werfstraat. Nama itu digunakan pada saat masa kolonial hingga revolusi.

Setelah kemerdekaan pada tahun 1945, pada masa kepemimpinan Presiden Soekarno, nama jalan yang bernuansa kolonial diubah seluruhnya. Salah satunya Werfstraat. Seperti yang tercantum didalam buku Kota Besar Surabaya dan buku Nama Djalan & Kampung Kota Surabaya.

“Pada saat itu diganti menjadi Jalan Penjara. Karena di jalan tersebut juga terdapat bangunan penjara Kalisosok yang ikonik di Kota Pahlawan itu,” kata Chrisyandi kepada Radar Surabaya.

Setelah itu, selang beberapa tahun kemudia, nama Jalan Penjara diubah lagi menjadi nama Jalan Kasuari hingga saat ini. Di sekitar Jalan tersebut, merupakan bagian dari tembok pembatas Kota Surabaya.

Tujuan dari adanya tembok batas kota di kawasan itu untuk melindungi atau memberikan keamanan bagi warga yang beraktivitas di kawasan tersebut.

Termasuk melindungi bangunan atau kawasan penting di sana. Karena kawasan tersebut pada masa kolonial merupakan kawasan pusat pemerintahan, perdagangan dan pemukiman bangsa Eropa.

“Selain sebagai pertahanan, tembok yang dibangun untuk melindungi kantor perdagangan, pergudangan, kantor militer, rumah sakit, bengkel persenjataan, penjara itu sendiri dan lain sebagainya.” paparnya. (bersambung/nur)

Sumber : Radar Surabaya, 9 April 2020 | Hal 3