
Menelisik Sejarah Jalan Kasuari (4)
Banyak Bangunan hingga Perkantoran yang Masih Digunakan
Denyut nadi Kota Surabaya pernah ada di Jalan Kasuari. Bahkan, hingga saat ini detaknya masih terasa saat memasuki kawasan tersebut. Mata akan dimanjakan bangunan kuno berjajar dengan kokohnya yang masih dirawat dan dimanfaatkan.
BANGUNAN yang berjajar rapi di sepanjang Warfstraat atau ini Jalan Kasuari itu dulunya adalah kawasan perkantoran dan juga kawasan perdagangan.
Sejarawan sekaligus pustakawan Universitas Ciputra Surabaya Chrisyandi Tri Kartika menjelaskan, setidaknya ada sembilan bangunan kantor dan pergudangan yang menggerakan perekonomian Kota Pahlawan pada zaman kolonial Belanda.
Diantaranya ada gedung perkantoran Behn Meyer & Co., Hd.Mij., N. V., Vervoig gudang di Werfstraat 1 (Jalan Kasuari nomor 1), Arbeidsinspectie ressort Oost-Java (Kantoor, N1135), Tjiba, Chef D. Kirigaya Werfstraat 18 (Jalan Kasuari nomor 18) (N3522), Binnevisscherij Dept. v. Elcon. Zaken. N2830, Gevangenis Straf-en Huis van Bewaring Werfstraat 22 (Jalan Kasuari nomor 22).
Selain itu, Haverkamp & Co. E.Werstraat 12 (Jalan Kasuari nomor 22), Java Trunk COmpany, Kofferfabriek Java Werfstraat 10 (Jalan Kasuari nomor 10), Stchting Werkverschaffing Soerabaja, Werklooosheidscommissaris i/h Ressort Oost Java, W.A. de Voogt. (N1874), Kali Perak, Eigenaar Go Boen Kwee Werfstraat 16 (Jalan Kasuari nomor 16).
“Di antaranya gedung tersebut digunakan untuk perkantoran dan gudang. Hingga kini juga ada beberapa bangunan yang masih digunakan sebagai gudang,” kata Chrisyandi.
Mengapa digunakan gudang? Chrisyandi menjelaskan, karena di kawasan itu berdekatan dengan sungai dan tempatnya strategis dari berbagai akses. “Oleh karena itu Jalan Kasuari menjadi salah satu pusat perputaran ekonomi pada zaman itu.” jelasnya. (bersambung/nur)
Sumber : Radar Surabaya, 11 April 2020 | Hal 3
