
Menelisik Sejarah Jalan Kasuari (8)
Warga Pribumi Sempat Tergeser ke Luar Tembok Kota
Di dalam buku sejarah, dalam pembangunan tembok Kota Surabaya di bagian utara yang ada di kawasan Jalan Kasuari, pada saat itu sempat membuat warga pribumi tersisihkan hingga keluar area tembok.
DALAM buku sejarah tertulis, sejarahwan sekaligus Pustakawan Universitas Ciputra SurabayaChrisyandi Tri Kartika menuturkan, pada saat pembangunan tembok Kota Surabaya saat itu menyebabkan penduduk pribumi tersisihkan.
“Banyak faktor sebenarnya. Bukan hanya hal tersebut yang menyebabkan tersingkirnya warga pribumi. Namun salah satunya ya karena pembangunan tembok kota.” kata Chrisyandi kepada Radar Surabaya.
Rata-rata yang tergeser itu adalah warga pribumi yang tinggal di kawasan Eropa, perkampungan Cina, dan Melayu. Oleh karena itu, mau tak mau warga pribumi yang tinggal dikawasan itu harus hengkang dari tanah kelahirannya.
“Akhirnya, mereka terpaksa harus pergi dari tempat itu. Sehingga membuat perkampungan lain di luar batas tembok kota,” tuturnya.
Mungkin itu pula yang membuatkan kawasan down town kala itu mengalami pemekaran wilayah. Dimana penduduk yang tergusur di kawasan yang masuk dalam peta pembangunan tembok kota berpindah tempat tinggal, namun tetap bermukim tidak terlalu jauh dari kawasan tersebut. Mengingat mungkin mata pencaharian mereka masih bergantung dari kawasan tersebut.
“Mungkin juga sebagian mereka berpindah ke arah selatan yang merupakan pemekaran dari kawasan pusat kota dan perdagangan kala itu (sekitar Jembatan Merah, Red) berpindah ke pusat kota (Surabaya Pusat, Red) saat ini,” tukasnya. (bersambung/nur)
