Menelusuri Jalan Krembangan Makam (3). Terdapat Bangunan Bekas Kantin Militer Belanda
Radar Surabaya. 13 Januari 2024.
MOH. MAHRUS
Salah satu bangunan bersejarah di pojok jalan Krembangan Barat adalah bangunan gedung eks kantin militer Belanda.
Bangunan tersebut masih berdiri. Namun, beberapa bagian dinding dan bangunanya sudah termakan usia.
Pegiat Sejarah Surabaya Kuncarsono Prasetyo mengatakan, pada era Gubernur Jenderal Hindia-Belanda Herman Willem Daendels (1808-1811), Surabaya dibentuk sebagai kota pertahanan.
Di kawasan Krembangan dibangun kompleks militer lengkap. Mulai dari barak militer, rumah sakit militer, kantor militer, perumahan perwira militer dan kantin militer. “Kompleks militernya mulai dari tangsi Djotangan (Polrestabes) hingga eks Giant,” ujarnya kepada Radar Surabaya.
Dia menambahkan, salah satu bangunan bagian kompleks militer yang masih ada hingga sekarang adalah gedung eks kantin militer di pojok Jalan Krembangan Barat dan Jalan Krembangan Makam.
Namun keberadaannya kini sudah beralih fungsi. “Di dalamnya dihuni vbanyak orang,” terangnya.
Sementara Pustakawan Sejarah Chrisyandi Tri Kartika mengungkapkan, gedung kantin militer itu dahulu digunakan jujukan militer Belanda untuk tempat makan dan minum. Bangunanya tergolong megah di era itu dengan gaya arsitektur Eropa. “Di dalamnya mampu menampung 50-an serdadu KNIL,” ucapnya.
Pemerhati Sejarah Surabaya ini melanjutkan, keberadaan gedung kantin militer itu dulu karena adanya kompleks dan barak militer.
“Itu lokasinya percabangan Jalan Krembangan Barat dan Krembangan Makam. Sekarang dibuat kontrakan, atau tempat tinggal,” bebernya.
Dari pantauan Radar Surabaya, untuk kondisi eks gedung kantin militer sudah termakan usia. Dindingnya terlihat kusam. Di bagian depat terdapat kini ada toko kelontong dipakai usaha warga. (bersambung/nur)

