Menelusuri Jalan Krembangan Makam (6)
Masih Banyak Bangunan Rumah Lawas Era Kolonial
Radar Surabaya 17 Januari 2024
Moh. Mahrus
Di sekitar Jalan Krembangan Makam masih banyak dijumpai bangunan rumah lama era kolonial.
Bangunan-bangunan rumah itu bisa dijumpai dari sisi timur hingga sisi barat Jalan Krembangan Makam.
Salah satu warga Krembangan Makam Junilis Irianingsih mengatakan, rumah yang ditempatinya merupakan rumah lama. Rumah tersebut dibangun pada era kolonial Belanda.
“Di sini saya ikut mertua. Menempati rumah lama yang dulu dipakai rumah orang Belanda,” ujarnya kepada Radar Surabaya.
Perempuan 62 tahun ini menjelaskan, rumah yang ditempati diperkirakan dibangun era kolonial Belanda. Namun, untuk tahun pasti berdiri belum diketahui. Sebab, tidak ada catatan pasti di rumahnya.
Menurutnya, rumah yang ditempatinya memiliki arsitektur sama dengan dua rumah lain di samping timurnya. Yakni bergaya arsitektur Eropa. Memiliki ketinggian sekitar empat meter. Bangunan rumah juga masih menggunakan bata merah lama. “Bangunan tembok masih bagus dan lantai asli. Yang ambruk plafon, sudah ganti baru depan,” bebernya.
Ibu tiga anak ini menyatakan, pada era tahun 1980-an sempat datang orang Belanda yang menghuni rumah tersebut. Kedatangan dua orang tersebut melihat rumahnya.
“Namanya Silvi datang dari Belanda. Dia ke sini dua kali. Ke sini (melihat) setelah dari makam mama papanya di pemakaman Kembang Kuning,” bebernya.
Sementara Pustakawan Sejarah Chrisyandi Tri Kartika menuturkan, kawasan Krembangan masuk menjadi kawasan tempat tinggal orang Eropa. Oleh sebab itu, di kawasan sekitar Krembangan masih banyak dijumpai bangunan baik rumah ataupun bekas gedung bagian kompleks militer bergaya arsitek kolonial.
“Bangunannya ada yang masih kokoh terawatt, ada pula yang kurang terawatt. Tapi masih banyak dijumpai di kawasan itu,” tegasnya. (bersambung/nur)

