Menelusuri Jalan Krembangan Makam (9-Habis). Kini Jadi Permukiman Padat Penduduk

Radar Surabaya. 23 Januari 2024

Moh. Mahrus

Kawasan Jalan Krembangan Makam kini menjadi permukiman padat penduduk. Meski demikian, beberapa bangunan bersejarah seperti eks kantin militer Belanda dan rumah era kolonial masih berdiri.

Sementara untuk bekas lokasi makam Belanda menjadi menara air milik PDAM Kota Surabaya.

Dari pengamatan Radar Surabaya, di sepanjang Jalan Krembangan Makam banyak berdiri rumah warga. Beberapa bangunan rumah lama masih berdiri dan ditempati.

Sementara di bagian sisi timur Jalan Krembangan Makam, ada bangunan eks kantin militer Belanda masih berdiri kokoh.

Namun, kini digunakan sebagai tempat tinggal warga. Sementara di sebelah utara bangunan eks kantin terdapat bangunan menara air milik PDAM Surabaya.

“Bekas makam itu dulu kini jadi menara air tower PDAM Surabaya,” ujar pemerhati sejarah Surabaya Chrisyandi Tri Kartika kepada Radar Surabaya.

Sementara tidak jauh dari menara air, tepatnya di Jalan Krembangan Besar masih ada sisa bangunan bekas perumahan perwira militer Belanda. kini bekas perumahan tersebut menjadi aset TNI. Termasuk eks kantin militer Belanda.

Sementara warga setempat Junilis Irianingsih menerangkan, di sepanjang Jalan Krembangan Makam kini memang banyak digunakan rumah warga. Beberapa diantaranya rumah peninggalan era kolonial. “Namun kebanyakan sudah bangunan rumah baru,” ucapnya.

Ia menyebutkan, kawasan Krembangan Makam memang penuh sejarah. Seperti adanya bekas lokasi makam Belanda, kompleks militer berupa kantor militer di eks Giant dan perumahan perwira militer.

“Kini di sekitar sini kebanyakan jadi rumah tinggal. Ada sekolah, ada masjid dan pasar Krembangan Makam” bebernya.

Untuk Jalan Krembangam Makam, lanjut Lis, menjadi akses dari arah Jalan Krembangan Besar ke arah Jalan Indrapura atau menuju Perak dengan sistem satu arah. (*/nur)