“Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria yang ada di Jalan Kepajen nomor 4-6, memiliki denah berbentuk salib. Hal itu terlihat jelas bila bangunan gereja bila dipandang dari atas,” Moh. Mahrus

Ketua Surabaya Heritage Society Freddy H Istanto menyatakan, Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria memiliki bentuk bangunan berbentuk Salib. “Tidak banyak umat yang menyadarinbila Gereja Katolik Kepanjen memiliki denah berbentuk salib,” ungkapnya.

Pria berkacamata ini menuturkan, untuk stereotip tata letak bangunan seperti gereja-gereka awal di Eropa. Selain itu. kata Freddy, interior menjadi dinamis dibanding gereja dengan denah kotak-kotak biasa. Menurut dia, patung Santo Petrus dan Santo Paulis yang berdiri di kiri-kanan gerbang utama dalam posisi simetri, membuat anggin tampak bangunan gereja bila dilihat dari luar gedung.

“Tak hanya serasa masuk ke gereja-gereka di Eropa, tetapi memasuki gereja ini, seperti dibawa dalam mesin waktu untuk masuk ke dalam suasana rumah ibadah tempo dulu,” sebutnya.

Hal itu, lanjut Freddy, terlihat dari akhiran mahkota-mahkotanya memperkuat suasana tempo dulu. Termasuk juga kolom utama bangunan yang menyatu dengan konstruksi atap membawa atmosfer gotik yang indah.

Tak hanya itu, di area Gereja Katolik Kepanjen juga terdapat goa maria yang berada di belakang gereja.

Tempat tersebut digunakan umat berdoa. Selain itu di area gereja ada catatan kecil tertulis di atas batu marmer bertuliskan 1899 tahun ketika gereja dibangun pertama kali.

“Menariknya juga masih tersimpan dengan rapi di gereja, catatan umat pertama Surabaya yang dibaptis. Tulisan tangan dengan tinta itu masih jelas terbaca,” paparnya.

Freddy menambahkan, beberapa peralatan misa dan upacara gereja Katolik juga masih terawat dengan rapi. Termasuk dokumentasi berupa foto-foro dan buku-buku administrasi gereja tempo dulu. (bersambung/nur)

 

Sumber: Radar Surabaya. 15 Juni 2020. Hal. 3