MEGAH : Graha Wismilak dibangung sekitar tahun 1920 di Darmo yang menjadi sakah satu kawasan elit era penjajahan Belanda.

Grha Wismilak berdiri. sejak tahun 1920. Kemudian pada tahun 1996 dibeli oleh pemilik Wis milak karena dia sangat menghargai heritage.

Mus Purmadani

Wartawan Radar Surabaya

JALAN lokasi Grha Wismilak berdiri sebelum berganti nama menjadi Jalan Dr Soetomo bernama Coen Boulevard. Nama Coen diambil dari nama Gubernur Hindia Belanda Jan Pieter Zoen Coen. “Nama Boulevard berbeda dengan nama Straat.

Kalau Boulevard artinya jalan lebar dan ada taman di tengah-tengahnya,” jelas Ketua Surabaya Heritage Society Freddy H Istanto kepada Radar Surabaya.

Freddy menambahkan, kawasan Darmo sendiri memiliki luas 230 hektare. Kawasan ini diperuntukkan bagi kaum elit, selain daerah perdagangan di sekitar Kembang Jepun. “Maka dari itu perlu diadakan pemeliharaan,” terangnya.

Freddy menuturkan, dulu kawasan Darmo dan sekitar Jalan Diponegoro seperti Jalan Untung Suropati adalah kompleks orang kaya zaman Belanda. Bahkan, rumah direktur Javache Bank (cikal bakal BNI) juga ada di Diponegoro. Artinya, kawasan Darmo dan sekitarnya memiliki nilai historis tinggi.

“Khusus Jalan Darmo, memiliki memori tersendiri bagi masyarakat yang berumur. Jika bisa ditata dengan baik, kawasan itu pasti bisa mengembalikan memori kolektif setiap orang,” jelasnya.

Menurutnya penataan tidak boleh dilakukan sembarangan. Semuanya harus sesuai dengan kajian sejarah. “Kajian tersebut bisa dilakukan dengan membandingkan beberapa foto lawas kondisi Jalan Darmo dan sekitarnya waktu itu. Penataan bisa dilakukan dengan memperbaiki infrastruktur. Dengan begitu, bukan tidak mungkin simbol Surabaya sebagai Kota Pahlawan akan semakin kuat,” jelasnya. (bersambung/nur)

 

sumber: Radar Surabaya. 18 Januari 2022. Hal. 6