Keberadaan Stasiun Surabaya Kota atau Stasiun Semut menjadi penunjang perekonomian dari hasil perkebunan periode abad ke-19 hingga awal abad ke-20.  Hasil-hasil perkebunan sebelumnya diangkut melalui jalur sungai di pedalaman, namun hal ini kurang efektif.

MUS PURMADANI Wartawan Radar Surabaya

PEMERHATI sojarah Kota Surabaya Chrisyandi Tri Kartika mengatakan, ide dan gagasan pembangunan jaringan perkeretaapian muncul pada tahun 1840, namun di Jawa baru dibangun pada tahun 1864. Pemerintah pun memberi lampu hijau terhadap jalur pembangunan kereta api yang dipegang oleh perusahaan perkeretaapian Neder- lansch Indische Spoorweg Maatschapij (NISM) dan Staatssporwegen (SS).  “Jalur kereta api dibangun di kota-kota yang dekat dengan pelabuhan seperti Batavia, Surabaya, Semarang,” katanya kepada Radar.

Surabaya, Universitas Pustakawan Ciputra Surabaya ditambahkan, jaringan perkeretaapian di Jawa merupakan salah satu jalur yang paling lengkap di Asia, karena wilayah pedalaman yang jauh dari kawasan perkebunan.

Kawasan Strategis. Salah satu kota besar di Jawa Timur yang memiliki jaringan perkereta- pian yang cukup penting adalah Surabaya, kota ini menjadi penting karena wilayahnya yang cukup strategis sebagai jalur perdagangan.  Jalur perdagangan Surabaya terbentuk semenjak era pra kolonial, dimana Sungai Kalimas dan Pelabuhan Tanjung Perak menjadi sentral aktivitas perekonomian.

Surabaya maupun kota- kota penyangga di sekitarnya, seperti Gresik, Tuban, Malang, Pasuruan Jombang dan Mojokerto, “ujarnya. Pembangunan jalur kereta api di Surabaya pertama kali dikerjakan oleh perusahaan negara Staatssporwegem dari jalur Surabaya-Pasuruan sejauh 63 kilometer dan menjadi awal  dibukanya jalur-jalur kereta api lainnya di wilayah pedalaman sekitar Surabaya Dibangunnya Stasiun Semut yang telah diresmikan pada tahun 1878 didasari atas penyiapan infrastruktur penunjang untuk mengangkut hasil perkebunan dari luar wilayah Surabaya seperti dari Pasuruan, yang akan menyebar ke pelabuhan dan ekspor ke Eropa.  “Stasiun ini cara yang penting dalam arus lalu lintas jalur perkeretaapian di Jawa yang terhubung antar wilayah pedalaman dan pelabuhan,” jelasnya.  (bersambung / nur)

 

Sumber: Radar Surabaya. 1 Maret 2021. Hal.3,7.