Pembangunan Stasiun Gubeng dahulu dilakukan oleh pemerintah Kolonial Belanda Ketika itu Belanda memerintahkan salah satu perusahaan untuk membuat stasiun setelah Stasiun Semut atau Surabaya Kota. (Rahmat Sudrajat/Wartawan Radar Surabaya)
MENURUT Pustakawan Sejarah Chrisyandi Tri Kartika, pemerintah kolonial Belanda ketika itu mengangkap peluang besar ketika Stasiun Gubeng didirikan. Karena selain untuk mobilisasi tentara Belanda, juga untuk mengangkut hasil bumi dan penumpang.
“Akhirnya perusahaan Belanda yang ada di Surabaya, yakni perusahaan kereta api Staatpoorwegen (SS) membangun stasiun Guben,” kata Chrisyandi kepada Radar Surabaya. Bahkan alat transportasi kereta api ketika itu sangat penting. Stasiun juga merupakan objek vital (obvit) yang dijaga hingga sampai saat ini. Ia menyebut, ssebelum membangun stasiun, perusahaan SS telah mengecek kondisi tanah karena rel kereta akan dipasang. Sehingga kondisi tanahnya juga harus baik. “Kepadatan tanah juga menjadi kunci stasiun itu berdiri. Karena berkaitan dengan jalur kereta api yang melintas,” terangnya.
Tak hanya itu, SS juga menangkap peluang ke depan sebagai salah satu tempat yang terpadat. Karena kawasan tersebut berdekatan dengan perumahan elit Eropa dan kawasan pemerintahan.
“Gubeng lokaisnya yang di tengah kota. Sehingga peluang itu ditangkap untuk membuat stasiun agar memudahkan mobilitas warga. Terutama mengangkut hasil bumi. Yang akhirnya di bawa ke pelabuhan Tanjung Perak melewati Sidotopo,” ujarnya. (bersambung/nur)

