Makanan yang digoreng memang lezat. Tapi jangan lupakan efek buruknya bagi kesehatan saat Anda mengkonsumsinya dalam waktu panjang. Efek buruk itu antara lain datang dari kandungan asam lemak jenuh yanh membahayakan kesehatan jika makanan yang digoreng terlalu sering Anda konsumsi, dan saat minyak gorengnya digunakan berkali-kali. Lemak juga mengandung kalori, sehingga bisa menjadi salah satu pemicu kenaikan berat badan.
Sebenarnya kita tetap perlu mengkonsumsi lemak. Yang jadi masalah adalah bagaimana memilih jenis lemak yang kita konsumsi agar tak merusak kesehatan,
Pada prinsipnya, lemak tak jenuh lebih sehat daripada lemak jenuh, karena membantu menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida, serta resiko penyakit jantung. Agar makanan gorengan tidak melulu memberikan efek buruk untuk kesehatan, ini yang perlu Anda lakukan :
- Pastikan suhunya tepat
Teknik deep-frying membutuhkan minyak dalam jumlah banyak dan suhu tinggi. Agar cara memasak ini tidak terlalu merugikan kesehatan, pastikan minyak selalu dalam suhu panas yang tepat (idealnya 170-185 derajat Celcius). Menggoreng dengan minyak yang belum cukup panas akan membuat bahan makanan menyerap minyak. Pastikan juga suhunya tetap sama. Jika Anda bermaksud mengurangi suhunya, lalu suhu minyak kurang pas, makanan Anda jadi berminyak.
Jika Anda menggunkan tepung untuk memasak, pastikan tepungnya tidak terlalu tebal. Tepung yang terlalu tebal juga akan menyerap minyak lebih banyak. Usai menggoreng, tiriskan dulu gorengan di atas tisu untuk mengurangi minyak yang menempel pada makanan.
Masak sendiri di rumah
Dengan memasak sendiri di rumah, Anda bisa mengontrol bahan baku makanan. Misalnya, tidak menggunkan lagi minyak yang sudah menghitam dan kotor karena sisa-sisa masakan sebelumnya. Anda juga tidak akan menggunakan minyak bekas menggoreng ikan untuk menggoreng makanan lain sehingga aromanya menjadi amis. Selain itu, Anda juga bisa memilih sendiri bahan baku yang masih segar dan lebih berkualitas.
- Pilih bahan yang sehat
Makin banyaknya mall yang dibuka membuat anak-anak semakin akrab dengan makanan gorengan, seperti nugget, kentang goreng, ayam goreng, atau sosis. Pada dasarnya, bahan apa saja memang bisa digoreng. Tetapi, hindari jenis makanan yang kurang sehat. Pilih sayuran renyah yang bisa digoreng tepung, seperti buncis, asparagus, atau brokoli dan kembang kol. Lalu buat tepung pelapis yang tidak terlalu kental.
- Konsumsi secukupnya
Apa pun yang berlebihkan memang hasilnya tidak baik. Makanan gorengan bisa dihidangkan sebagai selingan saja. Bagaimana pun juga, deep-frying bukan teknik memasak yang baik dilakukan secara rutin. Memasak dengan cara merebus, mengukus, atau memanggang dalam oven memang butuh waktu yang lebih lama, tapi ingatlah bahwa semua ini Anda lakukan demi tubuh Anda. (dini felicitas/care2/nva)
Sumber: Surya, 22 April 2014, halaman 11

