Menu Sehat Jadi Pilihan. Jawa Pos.28 April 2015.Hal.36

Sajian Jitam Gantikan Hijau

          Surabaya, kesadaran akan pola hidup sehat ditunjang oleh banyaknya pusat kebugaran yang menyediakan berbagai makanan sehat. Stella Chandra misalnya. Dalam dua pekan, berat badanya turun 6 kilogram. Selain berolahraga secara rutin, perempuan blasteran Inggris-Indonesia itu menjaga pola makan. Tiga bulan terakhir, dia hanya mengkonsumsi makanan sehat, tanpa minyak, dan pemanis buatan. “nggak tersiksa. Makanan sehat justru memiliki banyak varian dan enak-enak,” jelasnya.

Sarang burung wallet dan brown rice  adalah kuliner favoritnya. Banyaknya tempat makan di pusat kebugaran yang menawarkan makanan mempermudah dirinya untuk diet. “Habis nge-gym, terus makan makanan sehat. Dijamin nggak bakal capek da tubuh makin seksi,” ujarnya, lantas tertawa.

Hans Krishan, 24, owner salah satu restoran makanan sehat didalam pusat kebugaran, menjelaskan, kesadaran warga metropolis akan hidup sehat meningkat.

Alumnus FGK Unair yang juga ahli gizi itu menyatakan, ancaman obesitas harus disikapi Dengan menerapkan diet secara benar. Makanan rendah kalori dan banyak serat menjadi penting diantara waktu pekerjaan yang begitu banyak. “Diet itu kan pola makan yang benar. Jadi, solusinya makan makanan sehat disamping berolahraga rutin,” jelasnya.

Minuman dari sarang burung wallet dan biji-bijian, menurut hans, berperan untuk menjaga kesehatan organ tubuh. Sementara itu, brown rice dan dada ayam yang digoreng melalui air fryer mampu menghadirkan rasa yang enak.

Sementara itu, sajian berwarna hitam belekangan mengantikan kudapan berwarna hijau., bahan utamanya adalah arang bambu atau bamboo charcoal atau taeksumi dalam Bahasa Jepang. Bahan itu telah ramai di Jepang cukup lama.

Pengusaha burger Anastasya Mulyani 34, menyatakan, warna hitam memang booming beberapa tahun lalu di Jepang. Namun, pengadopsian di Indonesia baru terjadi beberapa waktu terakhir. Memang tidak semua konsumen  mau mencoba variasi dengan warna hitam.

Meski hitam, rasa makanan tersebut tetap lezat. Salah satu brand yoghurt mengangkat bahan itu. Salah seorang staf gerai tersebut, Susi Dian N.V., menu turkan bahwa rasa itu lebih menarik ketimbang varian lain yang tersedia. “Iya, ini memang varian baru di sini. Dikasih topping macem-macem, dikombinasikan buah,” jelas Susi.

Salah seorang pengunjung, Giovany Chandra, datang bersama Rollando Salindeho. Mereka memesan yoghurt dengan rasa yang berbeda. Giovany yang penasaran memesan yoghurt hitam. Sementara itu, Rollando memesan yoghurt putih. “Warna aneh. Rasanya gimana, makanya aku beli,” ujar mahasiswai UK Petra tersebut.

Guru besar ilmu botani farmasi dan farmakognisi Fakultas Farmasi Unair Prof Dr Mangestuti Agil MS menjelaskan, arang bambu tidak mempunyai nilai nutrisi. “Tapi, dalam bidang farmasi, bahan ini hanya untuk menyerap kotoran atau racun dalam tubuh,” ujar perempuan kelahiran 22 April 1950 itu.

Dia menambahkan, sebagai perwarna alami, arang bambu tergolong aman. “Bambu jadi arang karena dibakar, jadi tidak mengandung senyawa berwarna hitam. Kalau senyawa berwarna berwarna hitam misalnya kedelai hitam. Senyawa itu punya khasiat tertentu. Kalau arang tidak,” paparnya.

SUMBER : Jawa Pos. 28 April 2015. Hal. 36