Kontan.23 Agustus 2013.Hal.23

Oleh: Dewa Gde Satrya (Dosen Tourism Business & Impresariat, Universitas Ciputra)

Minggu (25/8) ini akan menjadi salah satu tonggak penting dalam mengukir sejarah musik di Tanah Air. Band Heavy metal yang dinobatkan serbagai band metal terbesar dan termahal didunia akan tampil untuk kedua kalinya.

Dua dekade silam, grup metal asal Los Angeles, California, AS, itu pernah menghentak Jakarta di Stadion Lebak Bulus. Kala itu konser perdana Metallica begitu luar biasa kendati berakhir kurang manis. Banyak kalangan menilai saat itu pemerintah dan publik Indonesia belum siap mental, pemerintah anti dengan kerumunan massa, termasuk event musik yang hingar bingar yang dipenuhi massa yang berkaos hitam. Kini mereka kembali menyapa publik Indonesia di Gelora Bung Karno.

Tampil tanpa band pembuka, para personil Metallica (James Hatfield, Lars Urlich, Kirk Hamett, dan Robert Trujillo) akan didukuung sound system berkekuatan 200.00 watt. Metallica juga membawa LED sendiri sebesar 24×8 meter, yang bakal membuat mata penggemarnya puas. Disamping itu, Blackrock Entertaiment, promotor yang berjasa mendatangkan Metallica, menjanjikan pengamanan sebanyak 4.200 personil. Harga tiket variatif antara RP. 400.000 hingga 1,5 juta.

Penampilan metallica ini merupakan bagian deretan artis musisi top dunia yang tampil di Indonesia, setelah sebelumnya slash (eks gitaris Guns N Roses) Iron Maiden, Death Angel, Linkin Park, Mr. Big Guns N Roses dan Dream Theater (DT). Sama seperti konser DT yang menjadi rangkaian World Tour 2012 bertajuk “A Dramatic Tour Of Event” yang mengundang penggemar Dream Theater dari beberapa negara ASEAN. Kali ini konser Metallica juga terintegrasi dengan jadwal pentasnya di negara-negara ASEAN lain.

ASEAN DAN MUSIK ROK

Metallica memiliki delapan album, didalamnya banyak berisi lagu metal yang hits di Indonesia bahkan di dunia sampai sekarang. Albumnya antara lain Kill Em All (1983), Ride the lighting (1984), mini album Jump In The Fire, Master Of Puppest (1985) And Justice For All. (1988), Metallica (1990), Death Magnetic (2008), lagu Metallica yang hits antara lain, Enter Sadman, Nothing E#lse Matte, the unforgiven, Fade to black, one, sanitarium, Master Of Puppest, Seek and Destroy, Sad Butr True, wherever i May Room.  “Ada dua hal penting yang berkaitan denmgan kedatangan Metallica. Pertama, betapa semakin menarik destinasi ASEAN bagi masyarakat negara maju. Sinyalemen itu terlihat ketika rangkaian tur dunia artis mancanegara memasukkan negara-negara di ASEAN sebagai temnpat pentas .

KTT ke-18 Asean (Asean Summit) di jakarta Convention Center Mei beberapa tahun lalu juga menghasilkan 10 keputusan strategis. Diantaranya konektivitas ASEAN dan keinginan untuk nebjadi people centered Association. Karena itu fakta disampaikan melalui industri pertunjukan (show business) sekiranya semakin mengkonkretkan kerjasama lintas negara-negara ASEAN.

Membangun pengertian antar masyarakat negara-negara anggota ASEAN terwujud nyata lewat kedatangan mereka menghadiri pertunjukan (Event) yang sama. Bahkan melalui event pertunjukan seni musik kian mengeratkan persatuan dan pengertian yang merupakan modal sosial yang penting bagi masyarakat di ASEAN .

Terkait dengan itu, pada Januari 2010, dalam pembukaan ASEAN Tourism Meeting di Brunei Darussalam, slogan pemasaran ASEAN ditetapkan dengan nama Southeast Asia : Feel tje warmth, itu merupakan usaha kolaborasi pemasaran negara anggota ASEAN untuk menjadikan ASEAn sebagai destinasi pariwisata dengan rencana strategic plan yang baru (2011-2015) yang diterapkan mulai dua tahun lalu.

Kedua, kita melihat ada sinyalemen yang cukup kuat terkait kebangkitan musik rok Indonesia. Saah satu genre musik yang bernada cadas, garang namun harmonis ini telah lama tertidur dan menjadi memori yang sekalu dikenang. Masa-masa jaya musik rock era 70-an hingga 90-an kali ini mulai terasa denyutnya lagi. Kedatangan Metallica adalah salah satu tanda sekaligus harapan bahwa fans dan pasar musik rock di Tanah Air masih cukup besar.

Membangun keunggulan kompetitif yang sustainable membutuhkan waktu, proses dan perbaikan terus menerus. Untuk mencapai level ini tak semata-mata menjadi tugas musisi, tetapi juga masyarakat penikmat musik. Masyarakat sanga berperan menciptakan iklim yang kondusif bagi terselenggaranya pertunjuukan musik secara regular, terutama dengan menjaga keamanan dan apresiasi terhadap jalannya acara.

Selamat datang Metallica, selamat datang era kebangkitan musik rock, Selamat datang era ASEAN Community.

Sumber: Kontan.23-Agustus-2013.Hal_.23