Memiliki aksesoris berbahan kulit cukup menguntungkan. Modelnya yang klasik membuat barang kulit tak lekang oleh waktu. Tren boleh berputar, tetapi produk kulit asli tetap dicari. Itu sebabnya, perawatannya tidak boleh keliru agar produk kulit tetap menarik.
Produk fashion berbahan kulit memang tidak lekang dimakan zaman. Tas, sepatu, dompet, hingga produk apparel berbahan kulit masih banyak menjadi pilihan sebagai pelengkap gaya berpakaian sehari-hari.
Kulit juga semakin fleksibel untuk diubah menjadi berbagai bentuk produk yang bergaya simpel dengan model universal. Itu membuat produk kulit dapat digunakan laki-laki maupun perempuan dan tidak terbatas usia.
Akan tetapi, merawat produk berbahan baku kulit tidak bisa sembarangan. Ada beberapa hal yang harus dilakukan dan juga larangan yang sebaiknya tidak diaplikasikan dalam perawatam produk bahan kulit.
Rahayu Budi Handayani SSn. Desainer aksesori dan apparel unisex berbahan kulit. Memberikan tips untuk merawat produk berbahan kulit. Perawatam yang benar membuat produk lebih awet meski digunakan setiap hari.
Tips yang pertama jika memiliki produk berbahan kulit adalah sebaiknya diangin-anginkan secara berkala agar tidak lembab. Kelembapan tinggi menyebabkan munculnya jamur. Jamur adalah musuh utama kulit.
Untuk menghindari itu pula, sebaiknya tidak menyimpan produk berbahan kulit terlalu lama di dalam ruangan tertutup. Sesekali produk kulit dikeluarkan dan sering-sering di lap menggunakan lap kering untuk mencegah kelembapan. Produk berbahan kulit sebaiknya tidak mengalami kondisi basah karena terkena air.
Sebaiknya juga, kata wanita akrab disapa Ayu itu. Dibersihkan dengan minyak-minyak khusus. Untuk menyeka, gunakan lap dari bahan microliber.
“ada juga jasa pembersihan khusus jika pemilik produk tidak sempat membersihkannya sendiri. Biasanya jasa pembersihan sudah memiliki sabun organik dari minyak-minyak khusus yang aman untuk kulit sehingga lebih awet.” Katanya.
Meski sebaiknya produk berbahan kulit itu diangin-anginkan, tetapi jangan sapai menjemur produk bahan kulit di bawah terik matahari karena akan merusak bahan kulit itu hingga menyebabkan produk mengerut. Jika sudah mengerut, perawatan yang diaplikasikan tidak akan bisa mengembalikan bentuknya seperti sedia kala dan akan meninggalkan bekas kerutan yang terkesan tidak bagus.
Mereka yang mencintai kulit asli yang tidak melalui proses pewarnaan. Sebaiknya tidak menjemur produk kulit. Produk dengan bahan kulit asli itu akan berubah warna menjadi menghitam setelah dijemur.
Lindungi dari Sinar Matahari
Untuk kulit sintetis, perawatan yang dilakukan sebenarnya tidak jauh berbeda. Perawatan itu tentu berbeda untuk kulit buatan (fake leather) yang juga banyak digunakan sebagai bahan baku produk fashion.
“lebih amannya tetap hindari dari air dan panas terik matahari terlalu lama. meskipun tekstur kulit buatan berbeda dengan kulit asli.’ Ujarnya
Fake leather biasanya digunakan oleh pemilik alergi terhadap kulit atau yang tidak ingin ribet dengan produk kulit asli. Fake leather juga memiliki grade yang menentukan apakah bahan ini semakin mirip dengan kulit yang asli.
Namun, tentu tingkat keawetan fake leather jauh dibandingkan dengan kulit asli. Berbagai jenis kulit bisa di ubah menjadi beragam produk fashion.
Untuk tas saja, jenis kulit yang digunakan bisa berbeda. Misalnya bahan kulit yang tipis dan lentur untuk tote bag, dan jenis bahan kulit tebal dan kuat untuk tas ransel.
Desain-desain simpel dari bahan kulit masih akan bertahan dalam tren fashion 2017 karena bahan kulit merupakan material yang timeless dan selalu memiliki pecinta yang tak henti menambah koleksi mereka.
Sumber : Surya.2 Januari 2016. Hal.6

