MENAMBAHKAN aneka sayuran dalam olahan mi sangat dianjurkan ahli gizi. Selain rasanya lebih mantap, itu bisa menambah nilai gizi. Biasanya sayuran yang dicampurkan adallah kol, wortel, atau sawi. Namun, kalau Bunda mau menambahkan jenis sayuran lainnya, silakan saja. Taoge, kangkung, atau bayam sama-sama nikmat jika disantap campur ini. (c3/opi)
Mi Bayam
BAHAN:
- 250 gr mi basah
- 2 sdm kecap manis
- 1/2 sdt merica bubuk
- 1 ikat bayam, siangi
DAGING SAPI CINCANG:
- l5O gr daging sapi cincang
- 1/2 sdt merica bubuk
- 1 sdm bawang putih cincang
- 5 cabai rawit, potong-potong
- Garam secukupnya
CARA MENGOLAH:
- Mie direndam air panas selama 5 menit, tiriskan, taruh mi dalam mangkok. Tambahkan kecap dan lada putih, sisihkan.
- Dalam mangkok terpisah, campur daging sapi cincang dengan garam, lada, kecap, gula, bawang cincang, dan cabai rawit. Lalu tumis hingga daging matang. Masukkan bayam. Angkat, sisihkan.
- Penyajian: Ietakkan mi di mangkuk. Taruh mi, siram dengan daging cincang. Hidangkan.
Keterangan:
- Untuk 2 porsi
- Proses 60 menit
- Biaya Rp 25 ribu
Mi Kangkung
BAHAN:
- 500 gr mi besar, seduh, tiriskan
- 1 ikat kangkung, siangi, seduh
- 2 buah paha ayam
- 10 buah ceker ayam, keprek
- 1 batang daun seledri, ikat
- 4 sdm kecap manis
- 2 sdm saus tiram
- Garam secukupnya
- 1/2 sdt merica bubuk
- Gula pasir secukupnya
- 2 sdm maizena dilarutkan 2 sdm air
- 2 sdm minyak untuk menumis
- 2.000 ml air
BUMBU HALUSKAN
- 7 siung bawang putih
- 4 buah cabai merah keriting
- 2 sdt ebi sangrai
BAHAN PELENGKAP
- 15 butir telur puyuh rebus
- 2 buah jeruk limau
- 2 sdm bawang merah
CARA MENGOLAH:
- Rebus ayam, ceker, dan seledri dengan air sampai berkaldu dengan api kecil. Saring dan ukur kaldunya 1.500 ml. Angkat ayam. Pisahkan paha ayam dari tulang. Potong kotak. Masukkan kembali ke dalam kaldu.
- Tumis bumbu halus sampai harum. Masukkan kecap manis, saus tiram, garam. merica bubuk, dan gula pasir. Aduk rata. Masukkan ke dalam kaldu.
- Kentalkan dengan larutan maizena. Masak sampai kental.
- Penyajian: ambil wadah, susun mie, kangkung, telur puyuh, dan ceker, Siram dengan kuah. Taburi bawang goreng. Tambahkan irisan jeruk limau.
Keterangan:
- Untuk 4 porsi
- Proses 60 menit
- Biaya Rp 25 ribu
Mi Sawi
BAHAN:
- 500 gr mi telur basah
- ikat sawi, potong-potong
- 300 ml kuah kaldu ayam
- Minyak sayur secukupnya
- 2 sdm minyak wijen
- 2 sdm kecap asin
- Garam secukupnya
- 1 sdt merica bubuk
- Air untuk merebus
TUMISAN AYAM:
- 200 gr daging ayam tanpa tulang, potong dadu 1 cm
- 2 batang daun bawang, 1 cm kasar
- 1 ruas jan jahe, memarkan
- 2 cm kunyit, haluskan
- 4 buah bawang merah, cincang halus
- 3 siung bawang putìh, cincang halus
- 3 butir kemiri, haluskan
- 1 sdt ketumbar, haluskan
- 3 sdm kecap manis
- 2 sdm minyak
- 200 ml air
- Gula secukupnya
BAHAN PELENGKAP:
- 1 batang daun bawang, iris kasar
- Acar mentimun
- 2 sdm bawang merah goreng
- Kerupuk pangsit
- Saus dan sambal
CARA MENGOLAH:
- Tumisan ayam: tumis bawang putih, bawang merah, jahe, kunyit, kemiri, ketubar hingga harum. Masukkan potongan ayam, aduk sebentar, Tambahkan air, garam, gula, irisan daun bawang, dan kecap manis. Masak hingga daging ayam matang dan air Matikan api, sisihkan
- Rebus mi hingga matang, angkat.
- Rebus potongan sawi hingga matang, angkat.
- Penyajian: siapkan mangkuk. Masukkan 1 sdt minyak sayur, 1 sdt minyak wijen, sedikit garam, 1/2 sdt merica bubuk, kecap asin, dan kuah kaldu (banyaknya kuah sesuai selera), aduk-aduk hingga rata. Masukkan mi ke dalam mangkuk dan aduk kembali hingga mi tercampur rata dengan bumbu. Tambahkan satu sampai dua sdm tumisan ayam di atas mi, lalu tambahkan sayur sawi yang telah direbus. Taburi dengan bawang merah goreng, irisan daun bawang, acar mentimun, kerupuk pangsit, serta saus dan sambal sesuai selera masing-masing.
MEMILIH MI KUALITAS BAIK
– Pilih yang tekstur lembut, hindari kaku.
– Pilih yang warnanya kuning alami, buka yang mencolok.
– Remas mi. Kalau cepat hancur berarti mi dalam keadaan segar tanpa bahan pengawet.
– Pegang mi. Jika minyaknya melekat di tangan, berarti mi tanpa bahan pengawet. (net)
Sumber: Radar Surabaya 26 Maret 2014. Hal.8

