Issa almawadi, dessy Rosalina
Pertemuan antara hobi dan bisnis, ibarat berkah yang turun dari langit. Berawal dari bisnis monitor karaoke, pan sutong menjajal binis property sejak tahun 2008. Sejak saat itu, melalui goldin property es, sutong mengembangkan sederet proyek prestisius di hongkong, Tianjin, gungzhou hingga shaoguan. Kekayaan dari bisnis property membuat sutong tak ragu menggeluti hobi mewah. Sutong doyan membeli kuda dan kebun anggur jutaan dollar sembari berbisnis. Sebagai penguasa pasar monitor karoke di hongkong, harta pan sutong semakin tebal. Namun bisnis kekayaan hingga mendapat julukan miliarder. Sutong mulai menggarap bisnis property pada September 2008.
Kala itu, sutong mengubah perusahaan miliknya, matsunichi communication holding menjadi goldin properties holdings. Inilah awal mula sepak terjang goldin di industry property. Mengutip situs resmi perusahaan, saat ini Goldin mengembangkan sekitar 70 proyek property yang tersebar di hongkong, Tianjin, Guangzhou dan shaoguan. Salah satu proyek ambisius goldin adalah superblock Kowloon bay di hongkong. Proyek ini menyerap investasi lebih dari US$ 13 miliar. Proyek mercusuar goldin ini ditargetkan rampung pada kuartal IV tahun ini. Puluhan proyek prestisius membuat rapor kinerja goldin properties moncer. Tengok saja, pendapatan goldin properties naik 2.065% dari KH$ 128,98 Juta menjadi HK$ 2,79 miliar di sepanjang tahun 2014. Laba bersih pun berlipat 1.158% dari HK$ 67,97 juta menjadi HK$ 855,59 Juta.
Kinerja yang kinclong ini membawa saham goldin properties terbang 280,68% dalam tempo setahun terakhir. Sebagai pemegang saham mayoritas, inilah faktor yang membuat harta dutong naik tiga kali lipat menjadi US$ 18 miliar per akhir maret 2015. Ciri khas proyek property besutan sutong adalah sentuhan kemewahan ala kaum jetset. Sebagai penikmat wine dan berkuda (polo), sutong juga kerap menduetkan nuansa anggur dan polo di proyek propertinya. Sutong mulai serius membeli kuda sebagai salah satu aktivitas bisnis pada tahun 2011. Kala itu, dia membeli peternakan kuda ras mahal. Kuda-kuda ini dilatih untuk bertanding di turnamen polo. South china morning post melaporkan, sutong merogoh dana US$2 juta untuk membeli kuda asal irlandia, akees mofeed.
Kegemaran sutong meneguk wine juga terwujud dalam aktivitas bisnis. Pada mei 2011, sutong terbang dengan jet pribadi ke napa valley, California dan kembali ke china kurang dari 24 jam, dia membeli kebun anggur senilai US$ 50 juta. Di tahun yang sama, sutong mengakuisisi kebun anggur chateau paster di pomerol untuk mendapatkan kualitas anggur prancis. Aksi pembelian kebun anggur ini sempat mendapat cibiran. Seperti dikutip www.fasttrack.hk masyarakat hongkong mengganggap sutong sebagai miliarder yang royal menghamburkan uang demi prestise.
Cibiran tersebut tak menghentikan aksi sutong. Mei 2013 sutong mengakuisisi tiga kebun anggur di prancis secara bersamaan. Sutong mengatakan membeli kebun sekedar hobi. Bagi dia, wine adalah bisnis jangka panjang. Sedangkan fokus utamanya adalah berbisnis property. Aksi terbaru, sutong membeli Tianjin properties senilai HK$ 1,37 miliar pada 13 maret 2015, pembelian Tianjin properties ditunjukkan untuk membangun tempat penyimpanan wine. Tak lama berselang, sutong juga menekan kesepakatan untuk mengambil alih guangzhon properties seharga HK$ 1,71 miliar dengan tujuan yang sama. Tapi, dua transaksi itu merupakan transaksi terafiliasi. Sutong mengatakan, transaksi dilakukan lantaran prospek pasar wine di china yang berkembang pesat. Kalkulasi sutong, china salah satu konsumen terbesar anggur merah dunia sejak tahun 2013. Menggeluti hobi mewah sekaligus berbisnis membawa berkah bagi pundi-pundi harta sutong. Bapak beranak satu ini diganjar dengan predikat orang terkaya ketujug di hongkong sekaligus terkaya nomor 153 didunia.
Sumber: Kontan 2 april 2015 halaman 24

