Jakarta memang bersuhu panas. Demikian juga dengan banyak kota lain di Indonesia. Kecenderungannya, orang pun memburu tempat-tempat yang menawarkan kesejukan, terutama pada masa-masa akhir pekan. Puncak yang termasuk dalam wilayah administrative Bogor adalah salah satu destinasi yang banyak diincar.
KAWASAN Puncak identik dengan daerah yang sejuk dan pemandangannya pun elok. Saat menyusuri ruas jalan utamanya, Anda akan tertawan keindahan hamparan permadani hijau perkebunan teh. Namun, tidak hanya alamnya yang memikat, Anda juga sebaiknya tidak melewatkan momen berwisata kuliner di kawasan ini. Mari simak satu per satu di antaranya.
Layaknya kawasan sejuk lainnya di Indonesia, Anda dengan mudah akan menemukan camilan seperti jagung bakar di pinggir-pinggir jalan. Jagung bakar yang berwarna keemasan dan semburat gelap akibat dibakar diatas bara dan dicampur bumbu memang memiliki cita rasa yang istimewa. Hangat, gurih dan pedas bila suka. Anda dapat singgah sejenak di salah satu pedagang jagung bakar, terutama saat lelah berkendara.
Bila ingin lebih mengenyangkan perut, jajalah ubi cilembu. Jenis ubi ini memang berbeda. Ubi cilembu memang paling enak bila diolah dengan cara dipanggang. Saat dipanggang, ubi yang kaya kandungan gula ini akan menjadi empuk dan lembut. Bagian dalamnya akan berwarna cokelat gelap layaknya caramel. Rasanya pun manis, lembut di mulut, dan lezat. Karena rasa manis dan kelezatannya, ubi cilembu kerap kali dijuluki ubi madu. Ubi cilembu yang dipanggang cocok disantap selagi hangat, berpadu dengan hawa pegunungan yang sejuk.
Untuk makanan “berat”, cicipilah sate maranggi. Sate ini memang dikenal sebagai makanan khas Purwakarta. Namun, Anda juga bisa mendapatkannya di kawasan Puncak. Sate yang terbuat dari daging sapi atau daging kambing ini sungguh nikmat. Cita rasa khas, manis, pedas, asam, dan gurih. Ya, asam. Sate ini menggunakan tambahan cuka lahang atau cuka yang terbuat dari aren. Dengan daging sapi atau kambing yang empuk, bumbu yang lezat, dan nasi putih hangat, bersantap pun kian nikmat.
Karena suhunya yang cenderung dingin pada malam hari, sebaiknya nikmatilah minuman yang dapat menghangatkan badan. Misalnya bandrek dan bajigur. Kedua minuman ini mengandung jahe dan sejumlah rempah. Mereguk minuman ini seolah memberikan aliran kehangatan untuk tubuh. Aromanya pun sedap karena menggunakan rempah-rempah khas Indonesia.
Selain yang telah disebutkan sebenarnya masih ada sejumlah makanan lain yang bisa Anda cicipi di Puncak. Di antaranya adalah soto, bakso, bakmi jawa, dan sejumlah sajian khas Sunda lainnya. Sejumlah rumah makan seperti Rindu alam tidak hanya menyajikan makanan lezat, tetapi juga pemandangan yang memikat. Anda bisa bersantap dengan latar perbukitan dengan hamparan perkebunan teh yang elok. Pengalaman langka ini jarang ditemukan di lokasi lainnya. Tertarik berwisata kuliner di puncak?
Sumber: Kompas.30-Agustus-2014.Hal_.42

