Di antara banyaknya toko roti bermunculan, Maison Weiner masih eksis. Berdiri sejak 1936, toko roti ini tetap punya pelanggan.

Maison Weiner Cake Shop, toko roti yang sudah ada sejak 85 tahun masih kokoh berdiri di jalan Kramat, Jakarta. Di dalamnya terdapat berbagai jenis roti yang bisa kita pilih.

Maison Weiner awalnya didirikan Lee Liang Mey atau Nyonya Gem tahun 1936. Penerus Maison Weiner Siane Gunawan mengatakan, saat itu Nyonya Gem membuat makanan untuk orang Belanda dan Jepang, sampai akhirnya dia didorong untuk menjual roti mereknya sendiri. Saat ini, toko dipegang generasi ketiga.

Toko roti jadul tersebut tampak sepi ketika Kontan berkunjung. Hanya satu dua pengunjung yang datang bergantian. Maklum, adanya pembatasan akibat pandemi menghambat pergerakan masyarakat. Alhasil, pengunjung pun berkurang.

Pandemi pula yang menjadi alasan Maison Weiner tak menerima pengunjung untuk makan di tempat. Biasanya, ada beberapa meja dan kursi yang disiapkan. “Ini kan sedang pan demi, jadi tidak boleh makan di sini. Biasanya ada tempat duduk di sini,” ujar Siane.

Di salah satu sudut yang biasa ditempatkan meja, tergantung beberapa foto. Pembeli bisa melihat sejarah toko roti ini, mengingat adanya gambar bangunan awal Maison Weiner, foto pendirinya, hingga potongan artikel yang memuat perjalanan Maison Weiner.

Resep Turun Temurun

Di beberapa etalase toko, tersedia berbagai beragam jenis roti. Mulai dari sourdough, roti tawar, sobek, soes, bolu gulung, puff pastry berbagai isian dan beragam jenis lainnya.

“Sourdough ini yang sehat. Dia tidak pakai gula, tidak pakai telur, lemak dan tidak pakai ragi,” ujar Siane.

Siane pun menyebut, Sourdough menjadi salah satu menu yang paling banyak dibeli oleh pelanggan. Maklum, banyak pembeli yang menginginkan makanan yang sehat.

Banyak juga pembeli yang beli roti dengan beberapa topping seperti roti dengan coklat dan almond, cranberry, smoke beef, dan keju.

Walaupun ada roti yang lazim dijual banyak bakery, Siane meyakini roti-roti Maison Weiner berbeda lantaran pengolahannya tradisional dan menggunakan resep turun temurun.

“Bedanya, kami memang masih tradisional, resepnya juga masih zaman dulu, jadi kami tidak pakai pakai penghalus atau pengempuk,” katanya.

Siane pun menunjukkan berbagai menu yang resepnya sudah sejak 1936, misalnya bolu gulung dan oenbijtkoek.

KONTAN mencoba beberapa menu yang paling banyak dibeli oleh pelanggan. Salah satunya Socijsbrood, puff pastry yang berisi daging sapi. Sebelum dikonsumsi, sebaiknya roti ini dipanaskan terlebih dahulu.

Rasa pastry ini sungguh lezat. Meski hanya berukuran 5-6 cm, tetapi isian daging sapinya banyak. Pastrynya renyah tetapi lembut di dalam. Bumbu dalam daging sapinya pun tercampur dengan baik. Hidangan ini bisa dinikmati kapan saja.

Selanjutnya ada Chocolate Almond Sourdough Bread, dengan topping cokelat dan almond. Ketika membelinya, roti ini dibungkus dengan rapi.

Meski adonannya cukup tebal, sourdough ini gurih dengan isian menyebar. Manis roti terasa pas dan agak seret. Roti ini terasa seperti buatan rumah, bukan diproduksi massal.

Ada lagi wool roll bread yang berisi keju serta ham, salah satu favorit di sini. Adonannya terasa lembut dan rasanya manis yang tidak berlebihan, sehingga ikmat bila ditemani dengan segelas teh manis hangat

Mengingat tidak menggunakan pengawet, roti hanya bisa bertahan sekitar 3-4 hari di udara terbuka dan hingga seminggu bila disimpan di kulkas.

Roti-roti yang dijajakan Maison Weiner dibuat setiap hari. Ini pulalah yang membuat Nadya, pelangan Maison Weiner menyukai roti-roti di sini.

“Yang paling disukai adalah dia selalu segar dan terasa sekali buatan rumahnya, bukan roti skala industri,” katanya.

Nadya berpendapat bahwa roti dari toko ini terasa lembut, mentega dan susunya pun terasa. Dia pun berpendapat bahan yang digunakan berkualitas premium. “Kalau roti yang ada isiannya, juga tidak pelit,” katanya.

Toko beroperasi dari Senin hingga Sabtu pukul 07.00-18.00 WIB. Bila Anda berkunjung di hari sabtu, akan ada diskon 30%.

Namun, bila tak bisa berkunjung secara langsung, Anda masih bisa memesan secara online. Rentang harga jual roti di toko ini mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 85.000.

Penjualan Meningkat Saat Pandemi

Pandemi Covid-19 tekah menekan berbagai kegiatan usaha. Namun, usaha toko roti Maison Weiner ternyata justru tumbuh positif.

Penerus Maison Weiner, Siane Gunawan mengatakan, akan, di tengah pandemi, penjualan toko roti  ini justru meningkat dari sebelumnya. “Kami tidak mengalami penurunan, malah lebih bagus, lebih meningkat,” ujar Siane.

Menurutnya, ini terjadi lantaran saat pandemi banyak orang yang memilih mengonsumsi makanan sehat, sehingga memilih mengonsumsi roti dari Meison Weiner. Siane menyebut, pihaknya memang menyediakan berbagai pilihan roti yang sehat.

Tak hanya itu, akibat pandemi ini, banyak masyarakat yang enggan keluar dari rumah dan memilih untuk memesan produk Maison Weiner secara online.

Memang, produk dari Maison Weiner bisa dipesan secara online melalui aplikasi Tokopedia atau dipesan secara manual melalui pesan whatsapp. Nantinya, pengiriman akan dilakukan melalui aplikasi pengantaran barang, dan pembayaran dapat ditransfer kemudian.

Akibat pembatasan yang dilakukan turut berdampak pada pergerakan manusia, Siane pun mengakui bahwa kunjungan pelanggan ke toko Maison Weiner semakin berkurang, tetapi pembelian melalui online meningkat cukup besar.

“Dulu sebelum pandemi banyak orang datang ke sini, kalau sekarang kebanyakan orang beli lewat online,” katanya.

 

 

Sumber: Kontan. 19 Juli 2021. Hal. 24