
BIRMINGHAM – Memiliki bobot tuuh berlebih dapat memicu gangguan kesehatan yang serius. Stdi terbaru yang dilakukan Cancer Research Inggris, sebagaimana dilansir BBC, menemukan hasil bahwa mereka yang obesitas mengalami kenaikan risiko kanker.
Poin perhatian utrama tertuju pada kaum milenial alias kalangan muda yang terbentuk menjadi generasi “tergemuk”. Standar pengukuran seseorang termasuk obesiats atau tidak bisa dihitung dari body mass index (BMI).
Jika BMI di atas 25, artinya sudah tergolong overweight (berat badan berlebih). Alarm kuat untuk menurunkan berat badan. Apabila sudah menyentuh angka BMI 30, artinya sudah obesitas. Prof Linda Bauld dari Cancer Research Inggris menuturkan, “Obesitas merupakan ancaman besar bagi kesehatan. Pencegahan obesitas juga urgen untuk dilakukan.”
Salah satu usulannya melarang penayangan ikan junk food di televise, sebelum pukul 21.00. Prof Mei Greaves, ahli kanker dari Institute of Cancer Research, London, menerangkan bahwa keterkaitan obesitas dan risiko kanker perlu dikaji. “Jika obesitas bisa dicegah dampaknya pada tingkat kankr memang belum bisa ditentukan, namun hampir paati menurun secara signifikan,” ucapnya. (bbc/nor/c6/nda).
Sumber: Jawa-Pos.27-Maret-2018.Hal_.9
