Sospeso transparente ini dibut Hardining Mulyasari menjadi berbagai benda cantik untuk dikenakan. Bros, kalung dan hiasan di atas tas. Membuatnya perlu teknik khusus. Namun, bahannya cukup mudah. Sejumlah kriya Dini Craft ini dihasilkan dari mengolah limbah tekstil.

BERAWAL dari sejumlah limbah tekstil hasil sisa menjahit baju, Dini -panggilan Hardin ing-  langsung terpikir ingin memanfaatkannya menjadi sesuatu. “Dari sekian cara, ada yang paling menarik hati saya ya membuat sospeso transparante ini,” katanya.

Teknik crafting yang dipopulerkan Monica Allegro dari Italia itu menurut Dini susah-susah gampang. Teknik dasarnya hampir sama dengan decoupage (dekupase). Memotong dan menempel motif ke suatu permukaan.

“Namun bedanya, pada teknik sospeso motif yang dipotong dan ditempel ke media akan memiliki tampilan tiga dimensi, Nah itulah yang membuatnya cantik,” terang Dini.

Untuk membuat ciri Dini Craft terlihat, Dini memilih dua jenis limbah kain yang sangat pas untuk dibuat berbagai aksesori cantik. Batik dan brokat. Bahan-bahan init termasuk mudah dicari.

Sebelum membuatn Dini menyarankan untuk memilih sejumlah kain batik, brokat atau bahan lain seperti katun yang bermotif. Paling dominan dia menyukai motif bunga. Hasilnya langsung cantik sebagai bros atau kalung.

Bahan lainnya adalah mika khusus sospeso transparante. Lalu emboss pad yang digunakan sebagai alas membentuk motif menjadi tiga dimensi. “Lem, bahan lainnya bisa manik-manik, peniti bros, kain keras atau flannel sebagai alas bros, lem tembak, gunting, lilin dan alat pengering,” terangnya.

Membuatnya dimulai dengan menggunting kain mengikuti motif. Lalu direkatkan guntingan motif tersebut pada mika menggunakan lem. Setelah motif melekat pada mika dan kering sempurna, gunting motif tersebut. secara presisi mengikuti polanya.

Baru mika dilumerkan dengan api pada lilin. Ketika mika pada posisi layu, segera lakukan proses emboss menggunakan burin. Dengan cara ditekan sehingga terbentuk. Jangan lupa lakukan embossing pada semua motif yang sudah tertempel pada mika. Baru dirangkai sesuai yang ingin dikreasikan.

Saat ini hasil karya Dini yang bet soller adalah tas tangan atau clutcit, Biasanya customer memakainya untuk dipadupadankan dengan pakaian. “Saya menjualnya cukup murah kok enggak. Ada yang seratus ribuan,” ujar anggota IPEMI Surabaya itu.

Mulanya, membuat sospeso transpar ante hanya jadi pengisi waktu luang. Namun kini menjadi pekerjaan yang menghasilkan. Bahkan beberapa kali dia telah menggelar workshop dan show. “Hanya butuh waktu lebih karena mengerjakannya butuh ketelat enan dan kesabaran,” katanya. (Heti Palestina Yunani-Pras)

 

Sumber: Harian Disway. 5 Maret 2021. Hal.45