Oleh Dewa Gde Satrya
Sesuai namnya , JFC mengangkat pamor Jember di kancah nasional dan internasional. Karnaval dengan menggunakan jalananan sebagai catwalk in menempati urutuan keempat karnaval dunia setelah Mardi Grass New Orleans USA, Rio De Janeiro, dan Fastnatch Koln Jerman
Wisata olahrga merupakan produk potensial yang tengah digiatkan oleh Kementrian Pariwisata (Kemenper) utntuk meningkatkan jumlaj kunjungan wisatawan. Seirin dengan itu, saat ini Indonesia sudah mulai memerhatikan tren kegiatan olahrga yang dapat dipadukan dengan sector pariwisata. Pada bulan oktober lalu,dua event wisata olahraga yang diselenggarakan patut menjadi perhatiaan. Pertama, ajang ke-7 balap sepeda Internasional Tour de Singkarak (TdS) di Sumatra Barat pada 3-11 Oktober 2015. Pada pagelaran kali ini. Pembala menempuh jarak 1.341.5 kilometer melintasii 18 kabupaten/kota. Selaian lomba balap sepeda, TdS juga betujuan untuk memperkelnalkan keindahan alam dan seni budaya Provinsi Sumatera Barat kepaada wisatawan mancanegara, dalam hal ini secara langsung kepada 24 tim dari 36 negara peserta.
Kedua, MesaStila Challenge Ultra 2015, yakni olahraga lari jarak jauh melebihi marathon, diatas 422 kilometer, dengan rute menglilinggi gunung-gunung. mesaStila Challenge Ultra 2015 berlangsung pada 110-11 Oktober 2015 di Magelang, Jawa Tengah. Penyelenggaran tahun ini ditargetkan mampu menjaring hiingga 500 peserta dari 25 negara, lebih tinggi dari pencapaian tahun lalu yang diikutu 300 peserta. Ada tiga kategori yang dilombakan, yaitu kategori Maraton (13,21 dan 42 kilometer), ultra 65 kilometer, dan Ultra 100 kilometer. Kemenpar ikut mendukung kegiatan ini dengan tujuan mempromosikan keindahan gung merbabu dan gunung merapi. Kegiatan pariwisata olahraga menantang tersebut juga menawarkan pesona Indonesia lainnya, seperti Stasiun Kereta Ambarawa,jalur kereta tua,jembatan lintasan kereta, pemukiman penduduk,persawahan,dan perkebunan kopi.
Penyelenggaraan sport tourism ini patut menjadi perhatiaan bersama. Pasalanya,melalui olahrga yang dipadukan dengan sentuhan turisme ini pemerataan peluang daerah-daerah di Indonesia untuk tampil ke pentas nasional dan Internasional dapat diwujudkan. Sinyal “pemerataan pembangunan” melalui olahraga juga mulai kental terasa sejak bebrapa tahun terakhir. Salah satu contohnya adalah pada peringatan Hari Olahrga Nasional (Haornas) pada 9 september 2013 yang di pusatkan di Yogyakarta. Tahun sebelumnya, peringgatan Haornas 2012 dirayakan melalui penyelenggaran PON ke-XVIII di Pekanbaru, Riau. Hal itu menegaskan bahwa olahraga untuk memberikan kesempatan bagi daerah untuk membuktikan kemampuan dan kreativitasnya, disamping menjadi berkah bagi daerag yang menjadi tuan rumah.
Kunci pengembangan pariwisata diyakin ada di pemerintah daerah. Pariwisata dapat member konstribusi yang signifikan terhadap pendapatan. Asli Daerah (PAD) dan mempunyai efek pengganda yang besar terhadap perkembangan ekonomi daerah. Untuk mengembangkan potensi pariwisata di daerah, pemerintah telah melakukan langkah konkret, diantaranya memprioritaskan pariwisata di lima gerbang pariwisata dan pendukung pangan di Bali,NTB, dan NTT.
Peran kepemimpinan dan sektor swasta dalam percepatan kemajuan pariwisata di daerah memang terasa signifikan. Insan kreatif dan memilliki cara kerja entrepreneurial, dengan melipatgandakan berbagai sumber daya untuk menciptakan nilai lebih dan daya saing menjadi esensi paran kepemimpinan daerah dalam pengembangan pariwisata.
Modal Indonesia berupa area yang sangat luas, hamparan kepulauan yang eksotis, serta kekayaan tradisi, adat istiadat, dan kesenian, harus benar-benar menjaddi berkah bagi bangsa Indonesia ini. Pluralitas masyarakat, adat istiadat,seni-budaya. Dan kearifan-kearifan lokal perlu semakin didorong dengan sentuhan dan kemasan turisme agar bermakna positif dalam mendatangkan kesejahtraan sosial. Oleh karna itu, event MesStila Challenge Ultra 2015 kali ini perlu membawa kesadaran public akan makna penting sekaligus peran strategis daerah bagi pembangunan. Khususnya sektor pariwisata yang bersinergi dengan ranah olahrag.
Parwisata, dengan menyadarkan pada sektor olahraga, telah banyak dikembangkan di berbagai di Indonesia. Surabaya merupakan salah satu contohnya. Ibu Kota Provinsi Jwa Timur ini semakin menegaskan diri sebagai destinasi wisata berbasiskan olahraga. Developmenr Basketball League (DBL). Event basket pelajar terbesar dengan fasilitas berstandar internasional. Digelar dikota ini, tepatnya di DBL Arena. Vanue ini juga pernah digunakan untuk event resmi pertama NBA di Indonesia. Danny Granger (Bintang NBA dari tim Indiana Pacers) juga pernah tampil di final Honda DBL 2008 dan NBA Basketball clinic. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa DBL arena telah berhasil mendulang dua prestasi sekaligus. pertama, mendongkrak minat dan prestasi kaum muda di cabang oalahraga bola basket dan Negara untuk mendatangkan wisatawan terkait event-event olahraga.
Disurabaya, golf juga memiliki keunggulan untuk menjadi pemikiat wisatawan, khususnya wisatawan asing, dibandingkan padang golf di daerah lain, harga yang ditawarkann disini lebih murah dan memiliki kualitas lapangan yang juga lebih baik. Secara keseluruhan, negri kita memiliki 151 padang golf yang terbesar di berbagai kawasan wisata. Hal ini juga merupakan aset dalam menarik wisatawan untuk bermain golf sembil berwisata.
Bukti lain bahwa daerah memiliki prestasi berbasis kreativitas juga tampak dalam berbagai event, Jember Fashion Carnaval (JFCC0 misalnya sesuai namanya, JFC mengangkat pamor Jember di Kancah Nasional dan Internasional. Karnaval dengan menggunakan jalanan sebagai Catwalk ini menempati urutan keempat karnaval dunia setelah Mardi Grass New Orleans USA. Rio De janeiro ddan fastnatch Koln Jerman JFC sekali lagi membuka kesadaran public bahwa daerah-daerah di Indonesia memiliki potensi besar yang tersimpan dalam talenta-talenta kaum muda
Dengan demikian, merupakan tantangan bagi kita semua, khususnya pelaku usaha dan pemerintah daerah, untuk memajukan setiap potensi yang ada. Di bidang olahraga, stakeholder di daerah perlu berkolaborasi dan bersinergi dengan stakeholder pariwisara untuk mengemas turnamen olahraga agar tidak sekedar menjadi event olahraga dapat menjadi alternative dan peluang untuk memajukan pariwisata Tanah Air. Selain prestasi,citra sebagai negri yang memiliki peradaban tinggi dalam olahraga juga penting untuk mengdongkrak event-event olahrga tingkat dunia diadakan di Indonesia.
sumber : KOLOM VENUE November 2015

