Jadikan Perempuan mandiri lewat potensi daerah

                Menjadi mandiri adalah cita-cita seluruh desa di Gresik. Banyak kendala baik dari sumber daya manusia (SDM), produktivitas, sumber daya alam dan sebagainya. Namun, kondisi itu tidak menyurutkan semangat Desa Kesamben Wetan Kecamatan Driyorejo untuk menjadikan desanya sebagai pusat ekonomi.

Hany akasah

Wartawan Radar Gresik

Dengan mengusung program Omah Entrepreneurship, kepala desa dan seluruh jajarannya bekerjasama dengan Fakultas Management Business (FMB) Universitas Ciputra (UC). Kepala Desa Kesamben Wetan Munasim Syafii mengatakan program Omah Entrepreneurship merupakan program pelatihan dan pengembangan perempuan desa guna membangun jiwa entrepreneurship. “Harapannya bisa menggali potensi diri sehingga mereka mengembangkan usaha yang memaksimalkan potensi local yang ada,” kata Munasim.

Kegiatan diawali dengan pembekalan yang ditujukan untuk warga mengenali potensi local yang dimiliki. Setelah itu dilanjutkan dengan menggali ide bisnis dan melakukan kegiatan benchmarking kepasar guna membuka wawasan dan mendapatkan inspirasi ide bisnis.

Dekan FMB Universitas Ciputra Christina Whidya Utami mengatakan pihaknya pelatihan mulai dari mentoring hingga pemasarannya: “kegiatan ini seiring dengan program pemerintahan dalam mengembangkan desa menjadi mandiri,” ungkapnya.

Saat ini unit bisnis yang dikembangkan ibu-ibu peserta omah entrepreneurship antara lain sambal, sinom, kue kering, handycraft dari kertas dan kain flannel, rias wajah. Hal ini juga sebagai salah satu bagian dari BUMDes,” imbuhnya.

Wakil Bupati gresik Moch Qosim mengatakan program Omah Entrepreneurship mendukung program UMKM yang dilakukan pemerintah. “saya harapkan nanti ibu-ibu lebih mandiri dan bisa memasarkan produk secara professional hinnga keluar negeri,” harap Qosim.

 

Sumber: Radar Gresik. 6 Mei 2019.