ONKOLOGI Gejala Kanker Lambung JAKARTA, KOMPAS – Kanker lambung menjadi penyebab kematian ketiga akibat kanker. Gejalanya tidak spesifik membuat deteksi dan penanganan menjadi terlambat.  Sejumlah tanda terkait jenis kanker itu perlu diwaspadai.

Menurut data Globocan 2018, kasus kanker lambung menempati urutan keempat dari jenis kanker lain.  Dari 18 juta kasus kanker baru, sebanyak 5,7 persen kasus merupakan kanker lambung.  Namun, kanker kanker menjadi penyebab kematian ketiga setelah kanker paru dan kanker kolorektal.

Ketua Yayasan Kanker Indonesia Aru Sudoyo, di Jakarta, Rabu (10/2/2021), menuturkan, angka kematian akibat kanker lambung disebabkan rendahnya kesadaran warga mendeteksi dini.  Gejala yang timbul tidak spesifik karena kerap dianggap seperti sakit mag ataupun tukak lambung.  Akibatnya, banyak pasien yang terlambat ditangani.

“Perbedaan tukak lambung dan kanker lambung biasanya rasa nyeri pada tukak lambung akan hilang setelah makan, tetapi pada kanker lambung justru semakin parah dengan makan. Biasanya, orang yang mengalami tukak lambung tidak mengalami penurunan berat badan, sementara penderita kanker lambung akan mengalami penurunan.  berat badan yang signifikan,” katanya.

Ada enam kondisi yang harus diwaspadai sebagai gejala kanker lambung.  Pertama, nyeri abdomen, yaitu nyeri pada bagian perut panjang.  Kedua, sulit untuk menelan makanan.  Ketiga, mual dan muntah saat makan.  Keempat, cepat terisi karena sebagian terisi tumor.  Kelima, berat badan penderita turun drastis.  Keenam, perdarahan mulai terjadi.

Adapun faktor risiko kanker lambung, antara lain, merokok, dan banyak mengonsumsi makanan dengan garam, berat badan berlebih, memiliki riwayat keluarga dengan kanker, usia lebih dari 60 tahun, serta mengonsumsi makanan yang dibakar atau diasap dan olahan.

Oleh karena itu, General Manager Taiho Pharma Singapore untuk Indonesia Ervina Hasti Widyandini, diagnosa sejak dini agar tingkat harapan hidup pasien semakin tinggi, (TAN) HIPPAX LIBRARY Kompas.