Paduan Kebaya dan Rok Bunga Elegan. Jawa Pos.20 September 2014.Hal.1,39

SURABAYA – Tampilan kebaya yang monoton kerap membuat pakaian tradisional itu kurang memiliki daya tarik. Kebaya juga sering diidentikkan dengan sesuatu yang kuno. Berupaya mematahkan anggapan tersebut, desainer Gilang Arbiansyah mernodifikasi kebaya menjadi rancangan yang lebih modern sekaligus elegan.

Tiga kebaya yang dit ampilkan dalam showcase kemarin (19/9) disesuaikan dengan tema daerah. Kebaya berwarna gold merupakan modifikasi kebaya Bali. Ia terlihat berbeda karena dipadukan dengan rok panjang bervolume dan berbentuk rimpel rimpel bunga. “Untuk membuat rok

ini, dibutuhkan loo meter kain organza (kain kaca),” katanya.

Kesan glamor dihasilkan dan 500 biji kristal swarovski yang menempel di kebaya Sebagai aksesori, Gilang memasangkan tiara bunga dengan dominan wama emas. Untuk make-up, digunakan warna-warna lembut seperti tembaga, pink, dan gold dengan fokus pada mata.

 

Bebas Pilih Bahan maupun Bentuk

Penting diingat, make-up tidak boleh terlalu ngejreng karena bisa rnengalihkan fokus dan kebaya. “Terlihat modern, tapi masih terasa unsur tradisionalnya,” ungkap Giláng yang juga bertindak sebagai make-up artist.

Rancangan kedua pria yang sudah delapan tahun mendiri kan Rumah Kebaya itu adalah

kebaya pengantin muslim. Torehan warna ungu dengan payet kristal swarosvki rnenghadirkan kesan kalem dan anggun. Maten yang dipakai adalah brokat dan tile. Gilang mengaplikasikan cutting ramping mengikuti lekuk tubuh. “Kebayanya ditambahi obi atau belt plus kristal swarosvki, jelasnya.

Karya ketiga adalah gaun bertema puth Sunda nan seksi. Dominan warna yang digunakan hijau dan tembaga. “Gin khas Sunda adalah siger atau mahkota dan warna hijau daun,” kata Gilang.

Gilang membuat belahan tinggi pada sisi depan rok yang mampu memancarkan aura seksi si pemakai. Gilang menyebut ciri desain rancangannya ialah kebaya modifikasi Model kebaya tradisional dan berbagai daerah di Indonesia dikombinasikan dengan gaun modern yang bebas. Bebas berekspresi, balk pada pemilihan detail, bahan, maupun bentu ujarnya. (bir/c6/ayl)

Sumber: Jawa Pos. 20 September 2014. Hal.1,39