
Padukan Kunyit dan Cokelat untuk Muffin Lezat
Dibagikan ke Puskesmas di Sekitar UC
SURABAYA, Jawa Pos – Arima wangi tercium dari laboratorium Culinary Business Universitas Ciputra (UC) kemarin (20/4). Perpaduan aroma kunyit dan cokelat itu menguar dari kue-kue muffin yang tengah dipanggang.
Kunyit memang lebih sering digunakan sebagai bumbu masakan atau diolah menjadi minuman herbal. Namun, di tangan Prasetyon Sepsi, rempah kunyit “disulap” menjadi bahan kue muffin yang legit. Dosen Culinary Business UC tersebut memproduksi ratusan muffin untuk dibagikan ke puskesmas di sekitar kampus.Dia mengungkapkan, dibutuhkan empat kali percobaan untuk menemukan resep yang pas. “Memadukan kunyit dengan cokelat untuk muffin itu,” katanya saat ditemui di laboratorium Culinary Business UC kemarin.
Pria yang akrab disapa Sepsi itu masih ingat pad apercobaan pertama pembuatan muffin. “Rasanya kurang pas,” kenangnya, lantas tertawa.
Selama pembuatan, tantangan yang dihadapi adalah menemukan takaran kunyit yang tepat untuk dipadukan dengan cokelat. “Akhirnya, saya pakai kunyit bubuk,” jelasnya.
Bukan hanya muffin, Sepsi juga membuat roti isi keju oregano. Ada 900 kue yang diproduksi. Perinciannya, 450 muffin dan 450 roti keju,.
Kaprodi Bisnis Kuliner Fakultas Pariwisata UC Moses Soediro menyatakan, muffin dan roti isi keju cukup mudah dibuat. Bahannya pun relatif gampang didapatkan di pasar atau toko bahan kue. “Di tengah keterbatasan waktu seperti sekarang kami bikin kue yang cepat dan mudah dibagikan,” tuturnya.
Awalnya, lanjut Moses, pihaknya ingin membuat dan membagikan seribu kue muffin dan roti keju. Waktu yang terbatas menjadi pertimbangan tim. Total, ada delapan orang yang terlibat membikin kue. “Kami bagikan ke puskesmas sekitar kampus besok (hari ini, Red),” ujarnya.
Dengan adanya produksi kue muffin berbahan kunyit dan cokelat, dia berharap masyarakat tidak hanya memanfaatkan rempah untuk dijadikan jamu. Sebab, rempah seperti kunyit juga bisa dipakai sebagai bahan membuat kue.
Sementara itu, roti keju oregano pun memiliki banyak manfaat. Salah satunya, memperlancar sistem pencernaan. (sam/c14/nor)
Sumber : Jawa Pos, 21 April 2020 | Hal 15
