Pameran Monospace Mahasiswa VCD UC di Surabaya, Karya yang Diadopsi Negara Luar
23 November 2025
Surabaya, VIVA Jatim – Desain bukan cuma sekadar gambar cantik. Itulah pesan kuat yang digaungkan oleh Program Studi Visual Communication Design (VCD) Universitas Ciputra (UC) Surabaya lewat pameran edukasi kreatif bertajuk Monospace yang digelar megah di Ciputra World Surabaya.
Pameran ini bukan hanya ajang pamer, tapi sebuah penegasan bahwa desain memiliki kontribusi besar dalam kehidupan publik dan mampu mendongkrak ekonomi, pariwisata, hingga pelayanan publik. Yang paling mencengangkan, karya-karya mahasiswa lintas semester yang dipamerkan ini telah diadopsi langsung oleh pemerintah, industri, komunitas, bahkan mitra internasional!
Kepala VCD UC, Christian Anggrianto, menjelaskan bahwa Monospace lahir dari ambisi kampus untuk mengangkat harga diri seorang desainer dan menunjukkan peran besar profesi ini di masyarakat.
“Kami ingin meningkatkan harga diri seorang desainer. Kami mau menunjukkan bahwa desain punya peran dan andil besar di masyarakat,” kata Christian, Jumat, 21 November 2025.
Menurutnya, pameran ini membuktikan penerapan utuh model ekosistem pentahelix dalam proses pendidikan desain di VCD UC. Model ini melibatkan lima unsur penting: pendidikan, industri, komunitas, pemerintah, dan media.
“Selama 19 tahun kami menemukan bahwa lima pihak ini tidak bisa dipisahkan kalau ingin menghasilkan generasi yang siap masa depan. Mahasiswa kami bertemu kampus lain, mengerjakan real client project di kelas, membangun portofolio, jaringan, sampai bisa diterima industri bahkan sebelum lulus,” urainya.
Keterlibatan mahasiswa VCD UC dengan pemerintah telah mencakup berbagai proyek strategis kota. Mereka dipercaya menggarap proyek vital seperti identitas visual makam Peneleh, rancangan identitas wilayah, hingga elemen desain untuk Pemkot Surabaya dan Kebun Binatang Surabaya (KBS).
“Desain bisa memberikan perubahan. Industri bisa meningkatkan nilai ekonominya, pemerintah jadi lebih menarik, komunitas bisa naik kelas,” tandas Christian.
Bahkan, kolaborasi mereka sudah menembus batas negara. Ketua acara Monospace, Evan Raditya Pratomo, mengungkapkan salah satu proyek menonjol adalah kerja sama dengan Wacom Jepang dan universitas dari Malaysia.
“Kolaborasi dengan Wacom sangat menarik. Kami bahkan ke Jepang untuk bertemu langsung dengan tim Wacom, lalu membawa proyek itu ke kelas. Ini kami pamerkan juga di Monospace,” ujar Evan.
Dukungan dan apresiasi datang langsung dari pemerintah pusat melalui Adyatama Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ahli Pertama Kemenparekraf, Yanuar Arief, S.E., M.M., yang hadir saat pembukaan pameran, memuji VCD UC yang sukses menerapkan model pentahelix.
“Apresiasi kepada VCD UC yang telah menerapkan ekosistem pentahelix dalam proses pembelajarannya,” ujar Yanuar.
Ia menilai pameran ini penting untuk memperbaiki persepsi keliru masyarakat tentang desain. “Desain berperan meningkatkan kualitas entitas bisnis, industri, komunitas, bahkan government,” tutupnya.

