
Kisah Papua Affandi PUTRI Affandi
Kartika Affandi , hadir dalam lelang tersebut . Dia menuturkan bahwa lukisan Papua memiliki kisah tersendiri . ” Lukisan itu dibuat pada 1974 waktu lamiber- ada di Lembah Baliem ” ujarnya .
Ketika itu Alfandi berkeliling Indonesia untuk mencari inspi- rasi melukis . Dia ingin meng- gambarkan Indonesia lewat karyanya . Begitu mendapatkan inspirasi di Lembah Baliem , berupa kelahiran Cirebon itu tidak butuh waktu lama untuk menuang kannya ke dalam lukisan
” Lukisan itu diselesaikan dalam satu jam , ” jelasnya . Tetapi , hal itu sudah cukup membuat dia nges ngosan . Affandi pun hanya ber tahan selama tiga hari di Lembah Baliem karena saat itu udara di kawasan tersebut sangat dingin .
Lewat lukisan ekspresionisme tiga wajah orang Papua di Lem bah Baliem , maestro kelahiran 1907 itu ingin menggambarkan betapa sulitnya kehidupan di Papua saat itu . Juga , menyuarakan harapan agar pemerintah berbuat sesu sehing Papua bisa setara dengan daerah lain . ” Harga – harga tiga kali lipat ( dibandingkan Jawa ) ujamya ( byu / via / el4 / tia )
Dihadiri Kolektor Dalam dan Luar Negeri
SURABAYA – Jajaran lukisan masterpiece karya 37 pelukis Nusantara dipajang rapi di Isyana Ballroom , Hotel Bumi , Surabaya pada Minggu ( 25/3 ) . Ruangan itu pun dijaga ketat oleh petugas karena sebagian lukisan adalah karya sang maestro seni rupa Indonesia , Affandi .
Pameran plus lelang lukisan yang hanya berlangsung satu hari penuh tersebut dibuka dengan beberapa demo lukis . Salah satunya video demonstrasi melukis Sadikin , pelukis difabel dari Kota Malang yang membuat karya dengan kedua kakinya . Sadikin adalah salah satu di antara empat perwakilan tetap Indonesia di Association of Mouth and Foot Painting Artists ( AMFPA ) di Swiss .
Selain itu , keluarga mendiang Affandiyanghadirmenyempatkan diri untuk melukis on the spot Saleh Ismail Mukadar menjadi pemrakarsa sekaligus ketua penyelenggara pameran bertajuk Perjuangan Jawa Timur itu . Dia mengatakan bahwa ide kekuatan Nusantara melalui keberagaman menjadi inspirasi terseleng garanya pameran tersebut .
” Makanya , beberapa lukisan yang menjadi sorotan juga bertema senada . Lukisan Papua sang maestro Affandi , misalnya . Lukisan itu menyuguhkan siluet imaji saudara – saudara Papua yang begitu etnik , ” papar Saleh .
Dalam pameran tersebut , bukan hanya kolektor asal Su rabaya maupun daerah lain di Jawa Timur yang bergabung , Kolektor dari Singapura dan Amerika Serikat pun hadir . Sebab , lelang lukisan langsung dilak sanakan Minggu malam . Dua lukisan karya Affandi tak luput dari bursa lelang . Yakni , Papua dan Petarung Sejati .
Keduanya selama ini disimpan di Museum Affandi di Jogjakarta . Lukisan Petarung Sejati yang menggambarkan aktivitas sabung ayam ditawarkan dengan harga Rp 6 miliar . Sementara itu , lukis an Papua dipatok lebih tinggi lagi , yakni Rp 15 miliar .
Salah satu lukisan yang malam itu berhasil dilelang adalah Ayam Tarung karya cucu Affandi , Didit Affandi . Lukisan tersebut terjual dengan harga Rp 250 juta . Kemudian , ada Bung Karno karya Anang Timoer yang berbanderol Rp 90 juta . ( byu / via / cl1 / tia )
Sumber: Jawa-Pos-Metropolis.27-Maret-2018.Hal_.32
