
Pandemi Covid-19 Membuat Cemas? Tak Perlu Khawatir, Berikut Empat Hal yang Bisa Dilakukan
SURYA.co.id | SURABAYA – Maraknya pemberitaan tentang covid-19 berpotensi membuat seseorang merasa cemas. Apalagi, kini banyak beredar informasi yang tidak jelas atau hoaks.
Kepanikan yang berlebihan malah membuat kondisi semakin buruk. Stefani Virlia MPsi Psikolog, dosen Fakultas Psikologi Universitas Ciputra menyebut, ada beberapa hal yang sebaiknya dilakukan untuk menyikapi kepanikan tersebut. Apa saja? Berikut ulasannya.
1. Memfilter Informasi
Agar tidak panik berlebihan, Stefani mengimbau untuk menyaring informasi yang beredar. Menurutnya, penting untuk tetap mengikuti perkembangan covid-19.
“Supaya kita tetap mengetahui sejauh mana pandemi ini. Tapi, jangan sampai hanya fokus ke informasi negatif,” kata Stefani, Jumat (10/4/2020).
Selain itu, perlu membedakan informasi yang benar dan hoaks. Ada baiknya untuk mencari informasi dari media yang memang terpercaya.
“Sekarang ini di media sosial banyak sekali informasi hoaks. Jika mendapat informasi, lebih baik dicek terlebih dahulu,” urainya.
2. Mengalihkan Perhatian ke Aktivitas Kesukaan
Sambil mencari informasi yang akurat, Stefani menyarankan untuk mengejarjakan aktivitas yang menyenangkan sebagai pengalihan kecemasan.
“Untuk yang work from home, bisa lakukan kegiatan yang menjadi kesenangan. Misalnya, yang hobi masak tapi sebelumnya tidak punya waktu, bisa melakukannya lagi,” urainya.
Waktu yang banyak di rumah, bisa diisi dengan mengembangkan hobi. Aktivitas yang menyenangkan, bisa meminimalisir kepanikan.
“Daripada hanya duduk dan memikirkan virus corona, yang ada malah bikin stres. Oleh karena itu alihkan ke kegiatan yang menyenangkan atau produktif,” terangnya.
3. Saling Bercerita
Berbagi cerita tentang orang lain, bisa mengurangi kekhawatiran atau kecemasan. Menurut Stefani, tak ada salahnya menceritakan keadaan kepada orang-orang tersayang.
“Sharing ke orang-orang terdekat seperti pasangan atau anggota keluarga lain bisa mengurangi kecemasan. Bisa juga sharing ke teman-teman yang jauh, bisa memanfaatkan media sosial seperti dengan cara video call,” urai Stefani.
4. Konsultasikan ke Psikolog
Jika kecemasan tak kunjung surut meksipun telah melakukan tiga cara di atas, maka sebaiknya mengkonsultasikan kepada profesional atau psikolog.
“Sekarang ini ada layanan konseling gratis, salah satu yang yang dilakukan oleh Himpunan Psikolog Indonesia (Himpsi). Pada psikolog akan memberikan jasa konseling secara gratis,” ungkap psikolog yang tergabung dalam layanan Universitas Ciputra Psychological Services Center (UCPSC) ini.
Seseorang yang cemas, katanya, bisa sampai menimbulkan gejala fisik seperti jantung berdebar, tangan bergetar, sampai berkeringat dingin. Hal ini akan membuat tidak nyaman bahkan sampai mengganggu waktu tidur.
“Bisa mengakses website himpsi.or.id. Selain Himpsi, juga ada layanan gratis yang arahnya ke sana. Jika masyarakat merasa cemas atau takut berlebihan atau yang mengarah ke gangguan psikologis tertentu, bisa memakai layanan tersebut,” tuturnya.
Sumber : https://surabaya.tribunnews.com | 10 April 2020
