Paru-Paru Molor Incar Usia 40 an. Jawa Pos. 7 Januari 2017.Hal.36

Paru-paru Sehat:

  • Bentuk alveolus bulat.
  • Bisa mengembang dan mengempis secara elastis.
  • Ada lengkungan difragma.

Kondisi Paru-paru dengan PPOK:

  • Bentuk alveolus tidak beraturan.
  • Tidak elastis saat bernapas.
  • Jika dilakukan foto rontgen, bagian paru-paru yang mestinya melengkung terlihat datar.

Paru-paru Molor Incar Usia 40an

Surabaya- Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) atau awam sering menyebutnya paru-paru molor semakin banyak terjadi. Misalnya, yang dialami Sujiwo, 43. Dia datang ke dokter dengan keluhan sesak napas. Setelah menjalani beberapa pemeriksaan, Sujiwo diketahui mengalami PPOK. Bruntung, derajatnya masih ringan. Sujiwo sejak kecil memang menderita alergi. Tiap terkena debu dia bersin. “Kalau merokok, sejak usis 20-an,” katanya. Menurut dokter spesialis paru RS Husada Utama dr Prayudi Tetanto SpP, setiap bulan setidaknya ada 10 orang baru datang ke tempatnya dengan keluhan seperti Sujiwo. Selain sesak napas, biasanya disertai keluhan batuk yang tak kunjung sembuh. “ kalau dilihat kondisi fisiknya, kurus. Dadanya cembung mirip dada burung,” tuturnya.

PPOK sering menyerang mereka yang berusia lebih dari 40 tahun. Sekitar lima tahun lalu penyakit tersebut lebih banyak diderita orang yang berusia di atas 50 tahun. Menurut dokter yang akrab disapa Yudi itu, semakin mudanya seseorang bisa terkena PPOK disebabkan gaya hidup dan kondisi sekitar. “Rokok, polusi, genetik, dan asma dapat memicu PPOK,” jelasnya.

Rokok, menurut Yudi, menjadi biang utama. Bukan hanya mereka yang merokok secara aktif, tetapi juga para perokok pasif. Oksigen atau racun yang terdapatdi asap membuat dinding alveolus, bagian terkecil didalam paru, rusak. Mereka yang memiliki faktor risiko harus memperhatikan kesehatan. “kalau sudah tidak nyaman saat bernapas, periksa saja. Jangan menunggu sesak napas nemen,”  tutur  tutur Yudi.

 

Sumber: Jawa-Pos.-7-Januari-2017.Hal_.36