Dea Chadiza Syafina
Harta bisa diwariskan, namun tidak dengan mental pengusaha, Juan Rog Alfonso menyadari betul warisan bisnis supermarket Mercadona dari sang Ayah, perlu dikembangkan. Lewat tangan dinginnya, Mercadona kini menjadi jaringan supermarket terbesar ketiga di Spanyol. Tak ingin jadi jago kandang saja, Mercadona melebarkan sayap bisnis ke wilayan Eropa. Kepada keempat putrinya, Juan berpesan agar menempa diri agar layak meneruskan bisnisnya.
Tidak dipungkiri, jaringan supermarketi Mercadona yang dikelola Juan Roig Alfonso memang merupakan warisan sang ayah, Francisco Roig Ballester Puzol. Tangan dingin Juan memoles Mercadona kini menjadi jaringan supermarket terbesar ketiga di Spanyol.
Meski berstatus warisan, kepemimpinan Juan telah merubah wajah Mercadona. Situs biografiasyvidas.com menulis, berkat Juan, Mercadona menikmati pertumbuhan kumulatif produksi 20% saban tahun. Taktik investasi jitu ala Juan, telah membiakkan 8 gerai Mercadona warisan sang Ayah, menjadi 1.470 gerai hingga akhir Desember 2014.
Mercadona di bawah Juan, mencoba merambah pasar internasional, dengan mengekspor barang-barang ke wilayah Eropa. “Kami terus mempelajari pasar internasional dan semakin tahu lebih banyak tentang hal itu,” beber Juan.
Juan menetapkan standar ekspor yang ketat. Barang-barang ekspor Mercadona merupakan barang-barang dengan kualitas terbaik, lataran sang produsen yang membuat produk tersebut merupakan yang terbaik di bidangnya.
Secara khusus, Mercadona mengekspor 9.000 jenis barang, diantaranya adalah produk kesehatan, wewangian, makanan hewan, dan jua ikan kalengan. Mercadona terlebih dahulu menguji barang yang akan di ekspor pada sebuah lembaga sertifikasi di Amerika Serikat (AS_.
Perlu dicatat, Juan telah banyak memperoleh penghargaan atas prestasi yang sudah diraihnya. Dus memegang berbagai posisi penting, salah satunya Presiden kehormatan Asociation Espanola de Codificiacion Comercial (Aecoc). Aecoc adalah asosiasi yang bernaggotakan ekitar 24.000 perusahaan di Spanyol yang memiliki tujuan mendorong erusahaan-perusahaan di negeri matador dikelola dengan lebih modern dan kompetitif.
Juan juga pernah menduduki jabatan Wakil Presiden Asosiasi Pengusaha Supermarket Spanyol (ASEDAS). Saat ini, Juan masih menjabat sebagai Wakil Presiden dari Sekolah Pengusaha di Spanyol. Dia juga pemegang penghargaan tertinggi dari Generalitat Valenciana yang merupakan pengakuan atas semangat kewirausahaan sang milarder.
Pada Juni 2007, Juan dianugerhai doktor kehormatan oleh Universitas Valencia karena upayanya yang gigih mendidik pengusaha muda dengan ide brilian ‘innovation cluster, di Valensia. Krisis ekonomi yang melanda Spanyol, tidak membuat Juan pesimistis, dan terus berusaha menyediakan lapangan kerja untuk mengurangi angka pengangguran. Saat krisis melanda Spanyol dalam beberapa tahun belakangan ini, Mercadona mengambil kebijakan menjual barang dengan harga murah, tanpa menurunkan kualitas. Penyebabnya adalah penurunan pendapatan masyarakat Spanyol pada tahun 2012, hingga 2014. Juan bilang, satu-satunya solusi untuk tidak terjebak dalam resesi global adalah terus menerus berjuang mengembangkan usaha. Saban bulan, Mercadona membayarkan pajak pertumbuhan nilai (PPN) senilai c 25 juta.
Pria kelahiran Valencia tersebut memiliki hubungan yang baik dengan karyawan. Meski berstatus sebagai miliarder, Juan tidak sungkan sungkan berkendara dalam satu bus dengan para karyawannya. Kunjungan ke jaringan supermarket Mercadona juga kerap dia lakukan.
Satu hal penting yang Juan tanamkan kepada keempat anak perempuannya adalah menjadi pekerja keras. “Anakku memiliki kesempatan yang sama dengan 61.000 karyawan Mercadona untuk menjalankan perusahaan. Aset memang diwariskan, tetapi pekerjaan tidak” tuturnya.
Sumber: Kontan.-22-Januari-2015.Hal_.24

