Radar Surabaya.10 September 2013.Hal.2

Tol jagorawi, menjadi saksi kecelakaan maut. Enam orang meninggal dunia dan 11 orang luka berat akibat tertabrak mobil Lancer yang dikendarai Abdul Qodir Jaelani (13) atau akrab dipanggil Dul itu. Anak bungsu musisi Ahmad Dhani ini menabrak besi pembatas tol dan terlempar kejalur yang berlawanan. Selain hilangnya nyawa, kerugian ekonomi akibat kecelakaan ju7ga patut menjadi perhatian.

Kecelakaan itu tentunya menimbulkan tanda tanya besar bagi kita. Mengapa anak seusia Dul diberikan izin mengemudi? Mengapa malam dini hari masih kelayapan di jalan raya? Dimana kontol orang tua?

Dari musibah si Dul ini dapat kita petik sebuah pelajaran betrharga bagi orangtua. Pertama, bentuk kasih sayang orangtua, kepada anak tidak harus menuruti semua permintaan anak. Perlu dilihat dan diperhatikan mengenai ketepatan dan kepantasan anak menerima sesuatu yang diinginkannya.

Contohynya, tidak sedikit diantara orang tua yang mengizinkan  anaknya untuk mengendarai motor roda dua maupun roda empat. Bahkan ada sejumlah orangtua yang bangga jika anaknya bisa berkendara sebelum waktunya. Padahal, itu sama halnya mengantar mala petaka, baik diri sendiri dan oranglain. Kedua, disiplin jam malam anak harus dijalankan. Jam malam waktu Indonesia adalah pukul 19.00-00.00 WIB. Jadi, orangtua bisa menentukan jam malam pada anak. Misalnya, maksimal pukul 21.00 WIB mereka sudah harus berada dirumah. (*)

Oleh: Raden Panji (Staff Perpustakaan Universitas Ciputra)

Sumber: Radar-Surabaya.10-September-2013.Hal_.2