ANGKA kecelakaan kendaraan bermotor masih cukup tinggi. Kecelakaan sepeda motor masih mendominasi. Kecelakaan lalu lintas bisa disebabkan beberapa faktor. Antara lain, berkendara sambil menelepon atau SMS, menerobos palang kereta api, melanggar rambu lalu lintas, menerobos lampu merah, mendahului kendaraan melalui lajur kiri, dan mengebut.
Karena itu, polisi lalu lintas tidak jemu-jemu berinovasi untuk menekan angka kecelakaan. Mulai sosialisasi R2 (roda dua) yang terus dilakukan hingga gerakan Save Her yang beberapa minggu lalu dipelopori Satlantas Polrestabes Surabaya. Kita seharusnya bisa menjadi pelopor untuk menekan angka kecelakaan. Yaitu, menjadi pelopor sabar di jalan raya. Sebab, faktor-faktor kecelakaan tersebut merupakan akibat ketidaksabaran pengendara sehingga tidak mengindahkan keselamatan diri sendiri dan orang lain dengan berbuat nekat. Tujuannya, cepat sampai di tujuan.
Dengan menjadi pelopor sabar, attitude kita di jalan raya akan mulai berubah. Yaitu, menepi saat menerima telepon atau SMS, sabar mematuhi rambu-rambu lalu lintas, dan tidak ngebut karena ada nasihat ngebut benjut. Sabar di jalan raya akan mengantar kita selamat sampai di tujuan. Jadilah pelopor sabar di jalan raya secara pribadi.
RADEN PANJI, Staff Perpustakaan Universitas Ciputra (panji@ciputra.ac.id)
Sumber: Jawa-Pos-27-Maret-2014.Hal_.32b

