
Pada hari Senin (15/10) diadakan pembukaan Pusat Kajian Warisan Budaya Kreatif atau Centre For Creative Heritage Studies bertempat di Library Lounge. Acara dibuka dengan tampilan tari tradisional, untuk menjamu para pengunjung yang hadir. Adapun pengunjung yang hadir mulai dari pemerhati dan penggiat seni budaya, kedutaan besar Amerika dan Australia, pihak Museum Gubug Wayang, dan juga beberapa media. Dilanjutkan dengan opening speech oleh Rektor Universitas Ciputra, Bpk Yohannes Somawiharja dan oleh ketua Centre For Creative Heritage Studies, Bpk. Michael Nathaniel Kurniawan. Sesi selanjutnya dibuka dengan para penari yang memimpin jalan menuju tempat pemotongan rangkaian bunga, sebagai tanda dibukanya Pusat Kajian Warisan Budaya Kreatif Universitas Ciputra.
Centre For Creative Heritage Studies (CCHS) sebagai pusat kajian di bawah LPPM-UC merupakan sebuah platform untuk mendukung perkuliahan, penelitian, dan pengabdian masyarakat terkait isu budaya. Warisan budaya adalah salah satu wujud sumberdaya umum yang perlu untuk dikelola secara kolaboratif dan nantinya akan berkolaborasi bersama dengan civitas akademika UC dari semua disiplin ilmu untuk menciptakan berbagai warisan budaya baru yang berkelanjutan untuk masa depan UC dan Indonesia.
Visi CCHS sendiri adalah:
Menjadi pusat studi warisan budaya yang menjawab isu-isu strategis terkait keragaman budaya, identitas, komodifikasi budaya, dan upaya untuk menciptakan warisan budaya yang berkelanjutan dengan pendekatan entrepreneurship guna memberi dampak positif terhadap budaya masyarakat dan penguatan identitas bangsa Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.
- Akademisi dari berbagai bidang ilmu dan program studi yang ingin melakukan aktivitas pendukung perkuliahan, penelitian dan pengabdian masyarakat terkait dengan isu-isu strategis yang ingin dijawab oleh pusat kajian.
- Tokoh, pakar atau pemerhati budaya dari pihak eksternal yang ingin berkontribusi menambah dan mengembangkan kumpulan data dan pengetahuan dari pusat kajian, serta mendukung program kerja dari pusat kajian.
- Mahasiswa aktif dan alumni perguruan tinggi yang ingin melibatkan diri dalam program kerja pusat kajian.
Pada acara pembukaan ini juga diadakan sesi talkshow yang cukup menarik, bertemakan “Revitalisasi Batik Indonesia: Studi Kasus Batik Lasem dan Batik Batang” dibawakan oleh Bpk Dr William Kwan Hwie Liong. Beliau adalah seorang sosiolog alumni Vanderbilt University yang mengerjakan berbagai proyek sosial, salah satunya menggunakan batik sebagai sarana riset sosial dan pemberdayaan masyarakat di Lasem dan Tuban. Karena kreativitas dan kepiawaiannya dalam riset sosial dan pemberdayaan masyarakat, riset dan aktivitasnya mendapat funding dari berbagai sumber dana dari dalam dan luar negeri.
Sambil menikmati makanan khas majapahit seperti Weas Paripurna (Nasi kombinasi antara nasi sela, nasi kuning, nasi merah, dan nasi hitam) dan Srebad (Minuman majapahit yang terbuat dari jahe dan rempah-rempah) yang diramu langsung oleh Chef ‘Hugo’ Hendra Utomo, peserta juga disuguhkan pagelaran fashion show etnik kontemporer yang mempertunjukkan keindahan kain batik serta berbagai perpaduan variasi batik Indonesia.

Untuk foto-foto yang lain silahkan klik disini.
