Penulis : Dian Sari Pertiwi

Menyantap pempek Palembang Gaby di Kota Bekasi.

Jam makan siang sudah lewat, sementara jam makan malam belum tiba. Namun, antrean di ruko tiga lantai di jalan Cut Mutiah, Bekasi masih mengular. Juru parkir tampak sibuk mengatur kendaraan roda empat, dan beberapa pengemudi transportasi online yang sibuk mencari parkir. Setelah parkir, mereka buru-buru masuk antrean di markas Kedai Pempek Palembang Gaby.

Kedai makanan khas Palembang ini memang selalu ramai, baik waktu jam makan maupun sore hari. Biasanya sekadar menjadikan pempek sebagai kudapan selingan pengisi jeda pengganjal antara waktu makan siang dan makan malam.

Seperti yang dilakukan Santi. Ia merasa pempek cocok dimakan sebagai pengganjal rasa lapar. Perempuan berkacamata ini sering bertndang ke kedai ini bareng teman-temannya. “Biasanya mampir, siang atau sore setelah pergi keluar atau pulang kerja,” kata dia.

Di kedai ini Anda  bisa memilih berbagai jenis pempek. Seperti pempek kapal selam, lenjer, kulit, adaan dan keriting. Gurih pempek berpadu kuah cuko berwarna coklat pedas dan manis menjadikan pempek olahan Pempek Gaby ini berbeda dengan camilan lain. Penasaran dengan rasanya? Yuk, langsung icip!

Sekilas, penampilan pempek yang sudah matang ini sama saja seperti pempek pada umumnya. Ada taburan ebi halus dan irisan kecil mentimun.

Tapi, tunggu sampai indra penciuman Anda bekerja jeli, ada aroma ikan yang mengusik rasa lapar bergejolak. Begitu dipotong, aroma pempek membuat Anda tak sabar melahap.

Setiap varian pempek di kedai ini punya tekstur dan aroma beda. Misalnya, lenjer aroma ikannya lebih menyengat dan teksturnya lebih lembut, tapi padat. Sedangkan pempek kapal selam bertekstur kenyal dan berisi kuning telur penuh.

Buat Anda yang suka pempek lembut, gurih dan tak terlalu kering, baiknya jajal pempek keriting. Tekturnya lembut dan kenyal. Jangan lupa, tuang kuah cuko, Anda juga bisa menyiram piring dengan kuah sepuasnya.

Kuahnya berwarna coklat kehitam-hitaman dengan cita rasa manis pedas. Jika Anda tak suka langu bau bawang putih, Pempek Palembang Gaby, menjamin kuah cuko bebas aroma bawang putih.

Untuk menyantap satu piring pempek berisi kapal selam, lenjer dan pempek keriting anda harus membayar Rp 32.500. cukup murah, bukan?

Kedai ini juga menyediakan pempek bakar berisi ebi, sambal dan kecap manis. Pempek bakar teksturnya kasar jika disantap dalam keadaan dingin. Satu potong pempek bakar alias tunu ini hanya Rp 6.000.

 

Makanan berat

Kalau Anda tak cukup kenyang mengudap aneka pempek, kedai ini juga menyediakan meni pindang patin plus nasi hangat. Pindang patin disajikan di mangkuk, lengkap dengan kuah bening kemerah-merahan. Di dalamnya bertabur potongan timun, nanas dan tomat. Ada juga daun kemangi dan cabai rawit hijau yang menghiasi.

Sekilas tak ada yang istimewa, tapi tunggu sampai Anda menyobek daging ikan patinnya. Duh, teksturnya lembut dan dagingnya berwarna kemerah-merahan. Saat masuk ke mulut, tak ada aroma amis khas ikan. Ditambah kuahnya yang gurih dan asam, sensasi makan menjadi makin segar!

Sani, manajer operasional Pempek Palembang Gaby, menjelaskan, keistimewaan menu pindang patin terletak pada pemilihan bahan baku ikan. “Ikan patin ini kami datangkan langsung dari Palembang, karena di sana ikan patinnya adalah ikan sungai,” kata Sani.

Daging ikan patin sungai berwarna kemerahan dan tidak bau anyir. Beda dengan ikan patin yang dibudidayakan di dalam tambak atau kolam biasanya berbau tanah dan amisnya sulit hilang, walau sudah diolah sedemikian rupa. Makanya, meski harus mengandalkan pasokan jauh dari Palembang, tak jadi soal, karena kedai ini ingin menjada kualitas ikan yang disajikannya.

Satu porsi pindang patin cukup terjangkau. Harganya Rp 18.000 saja, plus seporsi nasi Rp 5.000. Dengan harga ramah kantong, Anda dapat menyantap seporsi menu khas Palembang dengan citarasa enak. Selain pempek dan pindang patin, kedai ini juga mnyediakan menu khas lain, yakni tekwan dan pempek model.

Nah, setelah puas menyantap aneka olahan makanan saatnya membasuh dahaga dengan sajian minuman khas Palembang. Dari sederet menu minuman, ada dua jenis menu yang jadi andalan kedai ini, yakni es kacang merah dan es selasih.

Es kacang merah tersaji di gelas besar seperti mangkuk. Butiran kacang merah tampak segar, besar dan padat, berbalut gula merah dan santan. Di bagian atasnya ada parutan es.

Sebelum menyantap es kacang merah, baiknya Anda mengaduk terlebih dahulu agar manisnya merata. Kacang merah yang gurih berpadu dengan cairan gula merah dan santan membuat makan siang makin lengkap dan paripurna.

Kalau kacang merah itu tak cukup mengguyur dahaga Anda, es selasih mungkin bisa. Sebab, campuran sirup berwarna merah dan biji selasih membawa sensasi lebih segar ketimbang cairan santan dan kuah manis gula merah, Segar!

 

Mekar dari Sudut Kantin Stasiun

Kedai Pempek Palembang Gaby sudah berdiri 20 tahun. Sebelum sebesar sekarang, kedai ini bermula dari sebuah warung kecil di sudut kantin stasiun Bekasi Jawa Barat.

“Setelah berdiri beberapa tahun, pedagang dilarang berjualan di dalam area stasiun, sehingga kami pindah ke seberang stasiun,” ujar Sani, manajer operasional Pempek Palembang Gaby.

Meskipun harus bergeser tempat, tak menciutkan niat pelanggan untuk mencari makanan khas Palembang, Sumatra Selatan ini, Rasa yang khas dan kuah cuko yang sedap, membuat pecinta kuliner kian gandrung pempek besutan Toni Nugroho dan istrinya ini.

Alhasil, sekitar 10 tahun lalu, pempek Gaby mulai menambah lokasi baru yang terletak di Jalan Cut Mutia No 3, Kota Bekasi Jawa Barat. Lokasi ini sekaligus merangkap kantor pusat operasional.

Makin banyaknya penggemar makanan ini membuat bisnis Toni Nugroho terus mekar. Pempek Palembang Gaby sudah berekspansi ke enam lokasi di kota Bekasi dan satu lokasi di Purwokerto Jawa Tengah.

Keutamaan kedai ini tak lain adalah harganya yang bersahabat dan tentu saja, citarasa masakannya yang sedap.

Selain itu, dibeberapa gerai khususnya Jalan Cut Mulia Bekasi, juga didukung oleh area makan cukup luas. Puluhan meja dan bangku tersusun Rapi. Ada ruangan makan khusus perokok lengkap dengan asbak dan non-perokok. Walau selalu ramai, jangan khawatir masuk ke dalam daftar tunggu.

Sumber Tabloid-Kontan.22-Januari-28 Januari-2018.Hal.40