Menelusuri Jalan Krembangan Makam (1). Penamaan Wilayah karena Sejarahnya
Radar Surabaya. 11 Januari 2024. Hal.6
Moh. Mahrus
Kawasan Jalan Krembangan Makam, Kelurahan Krembangan Selatan, Krembangan Kota Surabaya pada era kolonial merupakan bekas makam Belanda pertama.
Dahulu kawasan makam tersebut berada di luar tembok kota lama Surabaya. Pustakawan Sejarah Chrisyandi Tri Kartika mengatakan, pemakaman orang Eropa (Belanda) pertama di Surabaya ada di wilayah Krembangan.
Penamaan Jalan Krembangan Makam masih berkaitan dengan keberadaan makam. “Dulu makam Eropa yang besar pertama di Krembangan. Kini jadi kawasan menara air PDAM,” ujarnya kepada Radar Surabaya.
Chrisyandi menjelaskan pada 25 Januari 1793 ada aturan dari pemerintah kolonial terkait larangan ada pemakaman di lahan gereja. Sejak ada aturan tersebut maka seluruh orang Eropa dimakamkan di Krembangan. Dalam kurun waktu 40 tahun pemakaman Krembangan telah penuh. Bahkan penggali makam, mengeluhkan ketiadaan lokasi makam untuk jenazah baru.
MakamKrembangan masih dipakai hingga tahun 1846. “Dan itu pun sudah sangat penuh,” terangnya.
Pegiat Sejarah dari Komunitas Begandring Nanang Purwono menambahkan, makam Krembangan saat itu lokasinya diluar tembok kota persis.
Makam Krembangan merupakan pemakaman pertama orang Eropa di Surabaya. Setelah selama pemakaman semakin penuh, majelis gereja pada tahun 1835 meminta Residen Surabaya untuk mencari lahan baru untuk makam.
Kemudian ditawarkan di Kupang. Lokasi ini dirasa cukup jauh. Lalu pada 26 Februari 1846, pemerintah menyediakan dana 10.000 gulden untuk membuka lahan baru yang didapat di Desa Peneleh.
Dana tersebut untuk pengurukan lahan, pembuangan air dan pembangunan akses jalan. Pada Agustus 1847 lahan siap. Kemudian pada 1 Desember 1847 pemakaman orang Eropa di Peneleh dibuka.
“Sejak itu banyak makam dipindah dari Krembangan ke Peneleh. Kini bekas makam itu jadi lahan tower PDAM. Makam sudah nggak ada hanya dijumpai Jalan Krembangan Makam,” ucapnya. (bersambung/nur)

