Sidoarjo – pendampingan tahap kedua untuk peserta Desa melangkah kembali berlangsung. Kemarin (2/5) perwakilan desa mengikuti pendampingan, pengelolaan, dan pembentukan BUMDes dengan dipandu dari Universitas Ciputra (UC).

“sama seperti tahap pertama. Dimulai dengan pengetahuan secara umum,” terang Baswara Yua Kristama, research and community development UC yang juga menjadi narasumber. Seluruh peserta diberi penjelasan tentang tiga poin utama. Yakni, pola pikir sebagai pengusaha, pengembangan business model canvas (BMC), dan sociopreneur.

Baswara menjelaskan, pola pikir harus disamakan lebih dulu. Setelah itu, BMC adalah permodelansederhana tentang rancangan bisnis. Mulai supplier, proses produks, core value, segmen pasar, hingga cara meraih pasar. “awal pertemuan ini agar desa punya ide BUMDes yang mandiri dan berkelanjutan. Supaya ide-ide bagus bisa keluar,” katanya.

Yang dimaksud mandiri, waga desa dilibatkan dalam pengelolaan. Sementara itu, berkelanjutan maksudnya agar usaha terus berkembang dan semakin besar. “sisi sociopreneur, agar BUMDes itu tetap ada sisi kemanusiannya,” imbuhnya.

Pendampingan tersebut akan berlanjut. Kedepan, para perwakilan BUMDes dari 20 desa itu mempresentasikan ide untuk BUMDes yang tertuang dalam BMC. Pada pertemuan kemarin, banyak desa yang belum ounya ide dan konsep BUMDes. Baswara mengatakan, desa akan terus didampingi. Apalagi program desa melangkah tahun ini, ada penghargaan untuk desa dengan BUMDes terbaik.

 

Sumber: Jawa Pos. 3 Mei 2019.Hal.29