Sumber : https://jatim.tribunnews.com/surabaya/535390/pendidikan-profesi-psikolog-universitas-ciputra-surabaya-siapkan-lulusan-adaptif-dan-melek-teknologi

Pendidikan Profesi Psikolog Universitas Ciputra Surabaya Siapkan Lulusan Adaptif dan Melek Teknologi

2 Maret 2026

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA– Program Studi Pendidikan Profesi Psikolog diUniversitas Ciputra(UC) Surabaya menyiapkan lulusan psikolog umum yang adaptif terhadap perkembangan zaman melalui kurikulum berbasis praktik, integrasi teknologi digital, serta pendekatan entrepreneurship. 

Program ini juga menyesuaikan regulasi terbaru profesi psikolog sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2022 tentang Pendidikan dan Layanan Psikologi.

Dosen Pendidikan Profesi Psikolog UC, Dr. Stefani Virlia, M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa sistem pendidikan profesi psikolog saat ini mengalami perubahan signifikan dibanding sebelumnya.

“Tahun ini profesi psikolog mengacu pada UU Nomor 23 Tahun 2022. Kalau dulu mahasiswa memilih satu peminatan, sekarang ada empat latar layanan yang harus ditempuh, yaitu kesehatan, pendidikan, tempat kerja, dan komunitas. Setiap latar memiliki praktik lapangan minimal 270 jam sehingga lulusan menjadi psikolog umum bisa semuanya,” ujarnya.

Ia menambahkan, lulusan yang ingin memperdalam bidang tertentu masih dapat melanjutkan ke jenjang spesialis.

Kurikulum 1,5 Tahun Berbasis Praktik

Program Pendidikan Profesi Psikolog UC ditempuh selama 1,5 tahun atau tiga semester. Semester pertama berfokus pada teori dan praktikum asesmen profesi psikologi, intervensi psikologi, kode etik profesi psikologi dan penulisan laporan psikologi. Sementara semester berikutnya didominasi praktik lapangan.

“Pada semester kedua, mahasiswa menjalani magang di latar layanan kesehatan seperti puskesmas, rumah sakit. Kemudian latar pendidikan,seperti sekolah mulai dari kelompok bermain hingga perguruan tinggi. Semester ketiga berfokus pada latar tempat kerja, bisa perusahaan atau organisasi non profit. Kemudian juga di latar komunitas seperti Yayasan,”lanjutnya.

Selama praktik, mahasiswa wajib menangani kasus di tempat magang, mulai dari asesmen hingga intervensi yang diuji melalui case conference di bawah supervisi dosen.

Integrasi Teknologi dan Pendekatan Entrepreneurship

Salah satu keunggulan program ini adalah integrasi teknologi digital dalam layanan psikologi. Mahasiswa dilatih memanfaatkan teknologi dalam asesmen maupun intervensi psikologis, termasuk telekonseling serta simulasi terapi berbasis perangkat digital untuk menangani kasus tertentu secara aman.

Selain itu, sesuai visi kampus berbasis entrepreneurship, mahasiswa juga dibekali kemampuan mengembangkan layanan psikologi secara mandiri.

“Mahasiswa tidak hanya menguasai praktik psikologi, tetapi juga dibekali keterampilan entrepreneurship agar mampu membuka layanan psikologi sendiri atau mengembangkan program layanan yang inovatif,” kata Stefani.

Menurut Stefani, kebutuhan tenaga psikolog di Indonesia masih tinggi, sementara jumlah profesional di bidang tersebut belum sebanding dengan meningkatnya kasus gangguan kesehatan mental. Ia menyoroti fenomena masyarakat yang sering melakukan diagnosis mandiri dari informasi internet yang belum tentu kredibel.

“Harapannya semakin banyak psikolog yang lahir dan bisa menjangkau berbagai daerah, termasuk layanan di tingkat puskesmas, sehingga deteksi dini gangguan mental dapat dilakukan,” ujarnya.

Dorong Pendidikan Berkelanjutan

Sementara itu, Head Marketing & Admission Graduate Program UC, Listia Maya, menegaskan bahwa pembukaan program profesi psikolog merupakan bagian dari komitmen kampus menghadirkan pendidikan berkelanjutan bagi mahasiswa.