Sumber:https://jatim.viva.co.id/cangkrukan/24259-peneliti-universitas-ciputra-surabaya-sulap-cangkang-telur-jadi-kolagen-halal

Peneliti Universitas Ciputra Surabaya Sulap Cangkang Telur Jadi Kolagen Halal

3 Februari 2026

Surabaya, VIVA Jatim-Selama ini cangkang telur kerap dipandang sebelah mata. Usai isi telurnya dikonsumsi, limbah cangkang biasanya langsung berakhir di tempat sampah. Padahal, di balik lapisan tipis yang menempel di bagian dalam cangkang telur, tersimpan potensi besar bernilai ekonomi tinggi yakni kolagen halal.

Potensi inilah yang berhasil diungkap tim peneliti Universitas Ciputra Surabaya melalui riset pemanfaatan eggshell membrane (ESM), membran tipis pada bagian dalam cangkang telur. Riset ini digarap oleh tiga dosen, yakni Joko Sulistyo, Mitha Ayu Pratama Handojo, dan Agoes Tinus Lis Indrianto, dibantu dua mahasiswa Belinda Manuela Angkadjaja dan Tuhfah Wikaputra, serta laboran Teknologi Pangan Amelia Myristi Lolita.

Berangkat dari kegelisahan terhadap melimpahnya limbah cangkang telur yang belum dimanfaatkan secara optimal, tim peneliti menemukan bahwa ESM merupakan sumber kolagen berkualitas tinggi yang berpeluang besar dikembangkan untuk industri pangan, farmasi, hingga kosmetika.

Ketua Tim Peneliti Universitas Ciputra Surabaya, Joko Sulistyo, menjelaskan bahwa ESM mengandung kolagen dan berbagai senyawa bioaktif yang sangat potensial.

“Selama ini kolagen komersial banyak bersumber dari sapi, babi, atau ikan, yang tidak selalu memenuhi aspek kehalalan dan keberlanjutan. ESM menawarkan solusi yang lebih ramah lingkungan karena berasal dari limbah, halal, dan bernilai ekonomi tinggi,” ujar Joko, Selasa 3 Februari 2026.

Kolagen dikenal luas sebagai bahan penting untuk menjaga kesehatan kulit, sendi, tulang, dan jaringan ikat. Seiring meningkatnya tren gaya hidup sehat dan perawatan diri, permintaan global terhadap produk berbasis kolagen terutama skincare dan suplemen kesehatan terus melonjak. Di titik inilah kolagen dari ESM hadir sebagai alternatif strategis.

Meski demikian, Joko mengakui bahwa jalan riset ini tidak instan. Tantangan utama terletak pada upaya membawa hasil riset dari skala laboratorium menuju aplikasi industri.

“Kami harus memastikan karakter fisikokimia, fungsi, hingga struktur senyawa aktifnya benar-benar sesuai standar industri. Tantangan pendanaan juga menjadi isu krusial untuk mempercepat proses hilirisasi,” katanya.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Proposal riset kolagen ESM dinyatakan lolos dan memperoleh pendanaan melalui Program Hilirisasi Riset Prioritas Kemdiktisaintek dengan skema Riset Sinergi, yang mendorong kolaborasi antara akademisi dan dunia industri agar inovasi tidak berhenti di jurnal ilmiah.

Dalam implementasinya, tim peneliti Universitas Ciputra menggandeng PT Andara Cantika Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang skincare dan serum. Kolaborasi ini menjadi contoh konkret bagaimana riset berbasis limbah dapat diakselerasi menjadi produk bernilai komersial.

Pengakuan juga datang dari tingkat daerah. Proyek kolagen ESM ini berhasil meraih Inovasi Suroboyo Award 2025 untuk kategori Agribisnis dan Energi Baru Terbarukan (EBT), menegaskan peran penting riset berkelanjutan dalam mendorong ekonomi sirkular.

“Penghargaan ini menjadi penyemangat bahwa inovasi berbasis keberlanjutan memiliki masa depan dan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Joko.

Ke depan, pengembangan kolagen ESM akan diperkuat melalui perluasan jejaring hulu–hilir. Pada tahun kedua proyek, 2026, direncanakan kerja sama strategis dengan PT Farming Jaya Bandung sebagai pemasok cangkang telur ayam organik hingga sekitar 3.500 butir per hari.

Pasokan tersebut akan diolah di fasilitas PT Andara Cantika Indonesia di Sidoarjo, menciptakan rantai nilai terintegrasi dari limbah peternakan hingga produk kolagen bernilai tinggi yang siap bersaing di industri kosmetika dan kesehatan.

Dari limbah yang selama ini terabaikan, riset ini membuktikan bahwa inovasi, kepedulian lingkungan, dan kolaborasi industri mampu melahirkan sebuah emas putih baru berupa kolagen halal ramah lingkungan sekaligus menjanjikan masa depan ekonomi berkelanjutan.