Penggagas Jembatan Merah
Radar Surabaya. 4 Mei 2024. Hal. 6
JEMBATAN Merah merupakan jembatan bersejarah dan sudah ada sejak awal abad 19 di Kota Surabaya. Jembatan ini dibangun pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels. Namun entah siapa yang menggagas belum diketahui dan ada catatan resmi.
Pegiat Sejarah Surabaya Chrisyandi Tri Kartika mengungkapkan, penggagas pembangunan jembatan merah. masih dalam tahap pencarian sumber informasinya. “Belum ada (catatan resmi penggagas). Bentuk awal jembatan merah hanya bisa diketahui dari sketsa ataupun foto,” ujarnya.
Radar Surabaya. 4 Mei 2024. Hal. 6
Ia melanjutkan, pada masa awal kolonial permukiman orang-orang Eropa berada di sisi barat sungai Kalimas. Sedangkan suku bangsa lainnya kebanyakan berada di sisi timur sungai Kalimas. “Siapa yang bangun dan di tahun berapa tidak ada informasi yang jelas, kemungkinan besar dibangun oleh pemerintahan kolonial saat itu, yaitu VOC untuk mempelancar aktivitas perdagangan dan mengawasi area sungai Kalimas,” bebernya.
Sementara dikutip dari buku Meneropong Sejarah Surabaya dari Sungai Kalimas karya Nanang Purwono, jembatan merah mulai ada sejak pemerintahan Gubernur Jenderal Daendels di awal abad 19.
Jembatan dibuat dari kayu dan dibagian tengahnya dibuat ruas yang bisa diangkat atau dalam bahasa Belanda ophaalbrug. Jembatan kayu dicat warna merah. Warnanya membuat perhatian mata tatkala semua bangunan di sekitarnya monokrom. Karena warnanya yang mencolok itu jembatan dikenal Jembatan Merah (Roodebrug).
Di tahun 1860 bagian jembatan yang bisa diangkat dihilangkan dan jembatan dilebarkan dan ditinggikan sehingga ketika perahu lewat tidak terbentur bawah jembatan. Pelebaran jembatan juga menjawab perkembangan kota yang semakin ramai. (rus/nur)

