Healthy Dessert dari Dapur Cokelat
PEKERJAAN di dapur adalah pekerjaan yang melibatkan kreativitas dan kerja keras. Bekerja keras selama 16 jam di Marina Bay Sands Hotel untuk gala dinner yang dihadiri oleh Mentor Minister Lee Kuan Yew sudah pernah dilakono Adithya Pratama. Ia juga harus memenuhi permintaan klien membuat tujuh dessert berbeda yang memiliki rasa green tea. Itu menuntut stamina tangguh dan kreativitas tinggi.
Ketika berdiri di depan mahasiswa Culinart Business (CB) Universitas Ciputra (UC), chef dari bakery shop Dapur Cokelat itu dengan senang hati berbagi tips dalam workshop bertemakan healthy dessert yang diselenggarakan di UC, Kamis (26/9). Adithya lulusan Le Cordon Bleu, Sydney pada 2009, Ia memilih spesialis pastry.
Pekerjaan di dapur adalah pekerjaan rumit yang memerlukan ketelatenan. Bukan hanya berteori, Adithya juga telaten melihat proses pembuatan cake oleh mahasiswa CB. Satu per satu cake itu diamati dan diberi komentar.
Praktik di dapur ditemani chef yang tidak pelit ilmu membuat mahasiswa bersemangat. Bagi Adith, tantangan terbesar dalam membuat pastry adalah kesabaran dan ketelitian. “Berbeda dengan cuisine, di pastry kesalahan sedikit dalam takaran, bahan, suhu pemanggangan, waktu memasak atau proses yang terlewat bisa fatal hasilnya,” ungkap adith. (sherly natalia)
SEORANG personality trainer bernama Yovita Agustine Lesmana berkunjung ke Universitas Ciputra (UC), Senin (30/9). Ia datang untuk menyapa para mahasiswa International Business Management (UC) dan memberikan seminar pelatihan mengenai cara menjadi seorang entrepreneur yang bangga pada diri sendiri.
Yovita mengajarkan cara yang benar untuk berpenampilan dan cara menjaga body language. Citra diri menjadi penting bagi entrepreneur. Citra diri itu harus membuat diri sendiri nyaman di depan oranglain. Melalui seminar ini diharapkan para mahasiswa yang merupakan calon entrepreneur muda mampu tampil percaya diri dan memahami cara untuk beperilaku sehingga dapat menunjang bisnis yang sedang mereka jalankan.
Yovita Lesmana yang lahir di Bondowoso itu dikenal ramah. Ia pun yakin dengan apa yang dijalankannya dengan positive-nya. Dari pribadi prositif ini lahir berbagai kreativitas dan inovasi, serta kemauan kuat untuk selalu bereksplorasi.
Berbekal karakter kuat dalam diri, Yovita tampil sebagai perempuan percaya diri dengan inner beauty. Ia selalu bersemangat dengan beragam rencana. Menciptakan program pengembangan diri dan personal branding untuk anak muda, ibu rumah tangga, dan berbagai kalangan lainnya. Ia pun berencana menulis buku sebagai salah satu cara memenuhi kebutuhannya berbagi.
Sejak 2007 ia mulai menjadi trainer hospitality untuk front liner, konsultan bisnis untuk korperasi, mendorong perempuan terutama ibu rumah tangga untuk melakukan personal branding agar lebih berdaya untuk dirinya dna orang lain, membuka fashion line sekaligus memberikan konseling penampilan sesuai kepribadian, hingga merancang program untuk siswa SMA dan mahasiswa menjalani liburan berkualitas dengan training etiket dan kepribadian.
Keahlian membangun personal branding dibuktikan dengan pencaaiannya sebagai finalis Miss Indonesia 2007. Fun Fearless Female Competition pada 2008.
Tidak ingin melamar bekerja, Yovita justru menciptakan lapangan kerja dan mendirikan Yovita Lesmana Personality Training pada 2007 “Saya mengawali pekerjaan di hobi. Motivasi bekerja tidak fokus pada jumlah uang yag bisa saya dapatkan. Passion saya adalah menjadi sahabat bagi orang lain. Saya juga merasa senang sekali kalau bisa menginspirasi orang lain. Uang akan datang dengan sendiriny karena kita mencintai pekerjaan, dan menikmatinya. Kalau hanya fokus pada uang, kita akan sulit mengeksplorasi diri,” tuturnya. (sherly natalia/kom)
Sumber: Surya.4-Oktober-2013.Hal_.14

