Sumber:https://klikku.id/2026/02/22/percepat-cetak-dokter-spesialis-unusa-uc-uht-resmi-buka-9-ppds/

Percepat Cetak Dokter Spesialis, Unusa, UC & UHT Resmi Buka 9 PPDS

22 Februari 2026

SURABAYA | klikku.id – Kabar baik bagi dunia kesehatan. Tiga kampus swasta di Surabaya resmi membuka sembilan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), Sabtu (21/2).

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pemenuhan dokter spesialis. Sekaligus mengatasi persoalan distribusi yang belum merata.

Tiga perguruan tinggi tersebut adalah Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Universitas Ciputra (UC), dan Universitas Hang Tuah (UHT). Peluncuran digelar bersama di Auditorium Unusa.

Rinciannya, Unusa membuka dua program, yakni Spesialis Paru dan Obstetri-Ginekologi (Obgin). UC menghadirkan Obgin dan Bedah. Sementara UHT membuka lima program, Obgin, Bedah, Kesehatan Anak, Jantung dan Pembuluh Darah, serta Anastesi.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi, Prof Khoirul Munadi, menyebut pembukaan ini bagian dari percepatan program prioritas Presiden Prabowo dalam memenuhi kebutuhan dokter spesialis.

“Pada akhir 2025 kita sudah membuka 160 prodi PPDS, melampaui target 148. Ini bonus berkat kolaborasi banyak pihak,” ujarnya.

Menurutnya, pembukaan PPDS di kampus swasta yang memiliki fakultas kedokteran, menjadi terobosan penting untuk memperluas akses dan pemerataan layanan kesehatan.

Dalam pelaksanaannya, sembilan prodi tersebut didampingi kampus negeri. Universitas Airlangga membina program Obgin, sedangkan Universitas Sebelas Maret (UNS) mendampingi program Paru.

Rektor Unair, Prof Muhammad Madyan, menegaskan kesiapan pihaknya mendampingi proses pendidikan hingga praktik klinis. “Profesi dokter menyangkut keselamatan manusia. Standar mutu harus terjaga,” tegasnya.

Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya, Prof Mohammad Nuh, menyebut kolaborasi ini sebagai langkah strategis dan bersejarah.

Indonesia, katanya, masih kekurangan dokter spesialis di sejumlah bidang krusial seperti kesehatan ibu dan anak, bedah, hingga jantung.

“Ini bukan sekadar membuka program baru, tetapi gerakan bersama memperkuat sistem kesehatan nasional,” ujarnya.

Dengan dukungan rumah sakit pendidikan dan jejaring layanan kesehatan, program ini ditargetkan melahirkan dokter spesialis yang kompeten, beretika, dan siap ditempatkan di seluruh Indonesia. AMan