Struktur anatomi saluran kemih yang lebih pendek dan sejumlah penyakit membuat perempuan lebih berisiko terkena penyakit ginjal kronik dibandingkan laki-laki.

 

Berbagai Kondisi Kesehatan Perempuan yang Berisiko untuk Terjadinya Penyakit Ginjal

  1. Kehamilan: risiko preeklampsia dan eklampsia
  • Kehamilan sering menyebabkan gangguan ginjal akut (GgGA atau acute kidney injury/AKI).
  • AKI dan preeklampsia merupakan faktor risiko penyakit ginjal kronis.

2.”Lupus: nefritis lupus

  • Dapat mengenai semua organ, termasuk ginjal (nefritis lupus) yang bisa mengakibatkan gagal ginjal.

3.Kanker serviks: nefropati obstruktif (penyumbatan saluran kemih)

4.infeksi saluran kemih (ISK) tij

  • Satu dari tiga perempuan akan mengalami ISK sepanjang hidupnya, sepertiganya mengalami ISK berulang.
  • Secara anatomi, saluran kemih perempuan lebih pendek dari laki-laki.
  • ISK yang berulang dapat mengenai ginjal dan mengakibatkan penyakit ginjal kronis.

 

JAKARTA, KOMPAS — Perempuan lebih berisiko mengalami penyakit ginjal kronik karena beberapa penyakit yang tidak disadari ikut merusak organ ekskresi tersebut. Oleh karena itu, perlu pencle-teksian dini bagi perempuan, terutama bagi ibu hamil, agar penyakit ginjal tersebut tidak membahayakan bagi bayi yang dikandungnya.

Berdasarkan Global Burden of Disease Study pada 2015, penyakit ginjal kronik termasuk delapan besar penyebab kematian tertinggi di dunia. Penyakit ini  menyebabkan sekitar 60Q.000 kematian pada perempuan setiap tahun.

Global Prevalence of Chronic Kidney Disease pada 2016 mencatat, prevalensi perempuan yang terkena penyakit ginjal kronik sebesar 14 persen, sedangkan laki-laki 12 persen. Di Indonesia, menurut Riset Kesehatan,4n Dasar 2013, prevalensi penyakit gagal ginjal sebesar 2 persen atau 499.800 orang. Dari angka itu, 60 persen adalah perempuan.

Ketua Divisi Ginjal Hipertensi Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Aida Lydia mengatakan, perempuan lebih berisiko karena struktur anatomi saluran kemih pada perempuan lebih pendek dibandingkan laki-laki sehingga rentan terjadi gangguan saluran kemih.

Belum diwaspadai

“Tingginya angka kesakitan dan kematian menunjukkan, masalah kesehatan ginjal pada perempuan-belum menjadi prioritas dan belum diwaspadai betul oleh perempuan di Indonesia, bahkan, dunia,” ujar Aida, yang juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Besar Perhimpunan Nefrologi Indonesia, dalam acara. Hari Ginjal Sedunia 2018 bertajuk Ginjal dan Kesehatan Perempuan di Hotel Artotel, Jakarta Pusat, Rabu (7/3). Kepala Subdirektorat Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Kementerian Kesehatan Zamhir

Setiawan mengatakan, 70 persen penderita penyakit ginjal kronik tidak terdeteksi. Pasien baru mulai memeriksakan dirinya ketika sudah stadium lanjut. “Masyarakat harus mengenali bahwa ada penyakit-penyakit lain yang juga menyebabkan penyakit ginjal,” katanya. Bagi perempuan hamil, jika menderita penyakit ginjal kronik, hal itu dapat menyebabkan risiko janin tidak sehat, kelahiran prematur, bahkan berujung pada kematian bayi. Jika bayi itu lahir, ketika dewasa, dia berisiko mengalami gagal ginjal seperti ibunya. “Ibu hamil penderita gangguan. fungsi ginjal, biasanya anak tumbuh tidak sehat,” ujar Aida.

 

Sumber: Kompas.8-Maret-2018.Hal_.13