Sumber berita : https://jatim.jpnn.com/jatim-terkini/29846/peringati-hari-buku-nasional-uc-gelar-pameran-berkonsep-perpetual-memanfaatkan-ai
Peringati Hari Buku Nasional, UC Gelar Pameran Berkonsep Perpetual Memanfaatkan AI
18 Mei 2024
jatim.jpnn.com, SURABAYA – Universitas Ciputra (UC) Surabaya menggelar pameran Tugas Akhir Program Studi Visual Communication Design (VCD) 2024 di Mal Ciputra World. Pameran tersebut juga untuk memperingati Hari Buku Nasional yang jatuh pada 17 Mei.
Dosen VCD UC dan Ketua Pelaksana Pameran Evan Raditya Pratomo mengatakan pameran tersebut berlangsung selama tiga hari mulai 17-19 Mei 2024 dengan mengusung konsep Perpetual atau secara harfiah memiliki arti kisah yang abadi.
“Buku adalah sumber ilmu, sumber data, dan sumber informasi. Jadi, kami ingin anak-anak ketika mencari referensi mereka tidak hanya mengandalkan internet saja, penting bagi kita untuk mengedukasi mereka tentang keabsahan sumber yang dicari, salah satunya lewat buku,” kata Evan, Sabtu (18/5).
Menurutnya, saat ini banyak mahasiswa yang memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) dalam kehidupan sehari-hari, di man cara kerjanya sendiri, kata dia, menggunakan database.
“Kalau AI bisa seperti itu, kenapa anak-anak sekarang kok tidak bisa. Jadi, kami mengangkat kembali isu awareness di era digital saat ini masih sangat penting keabsahan sebuah informasi lewat buku,” ujarnya.
Dalam pameran tersebut, hampir 50 persen karya tugas akhir yang dipamerkan adalah buku fiksi dan nonfiksi, mencerminkan kekuatan narasi dan kisah abadi dalam dunia desain komunikasi visual.
Pemeran itu juga menjadi ajang bagi para mahasiswa VCD untuk memamerkan karya terbaik mereka, termasuk peluncuran buku-buku karya mahasiswa serta dosen yang didukung Library UC.
Total ada sekitar 15 buku karya mahasiswa yang juga diluncurkan, seperti buku Otto Mengenal Emosi, buku bergambar sebagai sarana pengenalan emosi untuk anak dengan ADHD.
Selain itu, Narendra Dawn of the Shattered World yang merupakan novel mengadaptasi kisah pewayangan dengan tokoh utama Narendra dalam perjalanannya bersama keempat saudaranya untuk mendapatkan berkat dari Batara guna menghilangkan kutukan yang dimiliki oleh Ibu mereka.
“Harapannya anak-anak bisa menggunakan AI tapi mereka bisa mempertanggung jawabkan apa yang mereka buat. Karena kami ingin AI ini sebagai sebuah sistem mahasiswa untuk berkarya,” tuturnya. (mcr12/jpnn)

